LANGIT7.ID-Jakarta; Perubahan tren pasar otomotif di Indonesia membuka peluang baru bagi model yang lebih ramah lingkungan. Di tengah meningkatnya minat pada teknologi elektrifikasi, kehadiran hatchback dengan sistem hybrid berpotensi menjadi pilihan menarik bagi konsumen.
Salah satu model yang mencuri perhatian adalah Honda Jazz Hybrid yang di Jepang dipasarkan dengan nama Fit e:HEV. Mobil ini mengusung teknologi hybrid e:HEV yang lebih menonjolkan tenaga listrik sekaligus menawarkan efisiensi bahan bakar tinggi.
Di pasar Jepang, Honda Jazz Hybrid atau Fit e:HEV dijual mulai dari 2.208.800 yen atau setara Rp 236,36 juta dengan kurs 1 yen sebesar Rp 107. Model ini juga tersedia dalam varian sporty RS yang memberikan tampilan lebih dinamis bagi konsumen yang menginginkan karakter lebih agresif.
Teknologi hybrid e:HEV yang digunakan membuat mobil ini didominasi tenaga listrik. Motor listrik berkode H5 menghasilkan tenaga 90 kW atau 121 dk dengan torsi puncak 253 Nm, memberikan karakter berkendara yang responsif sekaligus efisien.
Sementara itu, mesin bensinnya menggunakan konfigurasi empat silinder siklus Atkinson berkapasitas 1.496 cc DOHC. Mesin ini berbasis keluarga L-series yang juga digunakan pada mesin City Hatchback, sehingga tetap menawarkan performa yang seimbang.
Mesin berkode LEB tersebut mampu menghasilkan tenaga 78 kW atau 104,2 dk dengan torsi 127 Nm. Kombinasi mesin dan motor listrik pada sistem e:HEV membuat konsumsi bahan bakar lebih efisien dibandingkan sebelumnya.
Honda mengklaim konsumsi BBM Fit e:HEV mencapai 30,2 km/l untuk varian Basic dan 27,2 km/l pada varian RS. Angka tersebut menunjukkan efisiensi tinggi sekaligus mendukung emisi gas buang yang lebih rendah.
Di sisi lain, pasar hatchback di Indonesia memang sedang mengalami penyesuaian seiring perubahan preferensi konsumen. Model seperti Honda City Hatchback RS saat ini hanya dijual untuk menghabiskan stok yang masih tersedia di dealer.
Mobil yang dipasarkan mulai dari Rp 384,5 juta itu akan segera pamit setelah unit yang tersisa habis terjual. Sales & Marketing and Aftersales Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, menyebut perubahan tren pasar menjadi salah satu alasan keputusan tersebut.
“Ya karena demand-nya hatchback memang sekarang berkurang, tapi kalau teman-teman mau cari masih ada di dealer,” ujar dia dalam keterangannya, dikutip Selasa (10/3/2026).
Menariknya, di tengah perubahan tersebut, segmen hatchback justru mulai berkembang ke arah elektrifikasi. Kehadiran model seperti Cloud EV dan AION UT menunjukkan bahwa hatchback tetap memiliki tempat di pasar, terutama ketika dipadukan dengan teknologi ramah lingkungan.
Dengan kombinasi efisiensi, teknologi hybrid, serta emisi yang lebih rendah, Fit e:HEV berpotensi menjadi tambahan menarik bagi lini produk di Indonesia apabila nantinya hadir di pasar nasional.
(lam)