LANGIT7.ID, Banyumas - Desa Wisata Cikakak yang terletak di Banyumas, Jawa Tengah, berpotensi menjadi destinasi wisata berkelas internasional, bahkan dunia. Hal tersebut diungkapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dalam rangkaian kunjungan 50 besar desa wisata terbaik ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.
Menurut Sandiaga, Desa Wisata Cikakak memiliki kemiripan dengan Desa Sangeh Monkey Forest, Bali. Ia pun berharap Desa Cikakak mampu naik kelas dan mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman).
"Keberpihakan kita dengan program andalan desa wisata untuk menghadirkan kesejahteraan masyarakat, terbukanya lapangan kerja, dan transformasi Desa Wisata Cikakak menjadi destinasi berkelas nasional, internasional, mungkin juga destinasi berkelas dunia," kata Sandiaga seperti dikutip Kamis (14/10).
Baca juga:
Pulihkan Pariwisata, Pemkot Makassar Perkuat Sejarah dan BudayaDesa Cikakak terkenal dengan ribuan habitat kera ekor panjang di area hutan yang hidup berdampingan di sekitar pemukiman warga. Salah satu keunikannya, terdapat ritual Rewanda Bojana (pemanggilan kera) untuk mengambil sajian yang ada di Gunungan Buah.
Desa Cikakak juga kental dengan adat istiadat dan kebudayaan, di mana terdapat peninggalan sejarah religi berupa Masjid Saka Tunggal. Sandiaga berharap Masjid yang konon dibangun pada tahun 1288 itu mampu menjadi daya tarik tersendiri untuk mendatangkan wisman.
"Kita akan riset lagi, kalau betul (dibangun) 1288, berarti lebih tua dari Masjid Demak. Ini berarti juga menjadi destinasi wisata religi," ujar Sandiaga.
Dalam kunjungan tersebut, Sandiaga juga berharap motif batik "Ngapak Cikakak" bisa lebih dikenal dan membuka lapangan kerja bagi ibu-ibu anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) maupun Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
Baca juga:
Optimalkan Potensi Destinasi Danau Toba, Kemenparekraf Gelar Heritage of TobaBupati Banyumas, Achmad Husein, mengharapkan Desa Wisata Cikakak yang masuk dalam 50 Desa Wisata Terbaik di Indonesia bisa menjadi juara dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.
"Desa Cikakak harus nomor satu. Kalau tidak nomor satu, bukanlah Cikakak," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Cikakak, Akim, mengatakan pihaknya sudah cukup lama mempersiapkan Desa Wisata Cikakak untuk mengikuti ADWI 2021. Beberapa hal telah dipersiapkan, terutama berkaitan dengan CHSE (Cleanliness, Health , Safety, and Environment Sustainability).
"Alhamdulillah sejak penjaringan pertama, dari 1.831 desa menjadi 300 desa, terus menjadi 100 desa, kemudian menjadi 50 besar dan Cikakak termasuk di dalamnya," kata Akim.
(sof)