LANGIT7.ID-Miami; Petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, mengalahkan Coco Gauff yang berada di peringkat keempat dengan skor 6-2, 4-6, 6-3 pada Sabtu (Minggu WIB) untuk meraih gelar WTA 1000 Miami Open untuk kedua kalinya secara beruntun. Atas kemenangan ini, Sabalenka juga berhak membawa hadiah uang 18,4 miliar, sementara Gauf sebagai runner up membawa hadiah uang 9,8 miliar.
Sabalenja yang baru saja menjuarai Indian Wells untuk pertama kalinya, ia menjadi wanita kelima yang menyapu bersih "Sunshine Double" (gelar Indian Wells dan Miami) sekaligus, dan yang pertama sejak Iga Swiatek pada tahun 2022.
Bintang asal Belarusia ini, yang satu-satunya kekalahan tahun ini adalah saat kalah di final Australia Open dari Elena Rybakina, membuat Gauff merasakan kekalahan pertamanya dalam final di lapangan keras.
Petenis Amerika itu sebelumnya memenangkan sembilan final pertamanya di lapangan yang sama, termasuk kemenangan atas Sabalenka di laga perebutan gelar US Open 2023.
![Sabalenka Taklukkan Gauff untuk Raih Gelar Miami Open Kedua Beruntun dan Bawa Hadia Uang 18,4 Miliar]()
Gauff juga pernah mengalahkan petenis Belarusia tersebut di final lapangan tanah liat Roland Garros tahun lalu.
Sabalenka merebut set pertama dengan penampilan yang memukau, memadukan pukulan keras dan akurat.
Ia langsung mematahkan servis Gauff di awal pertandingan. Setelah Gauff menyelamatkan tiga poin break di game kelima yang sengit, Sabalenka kembali mematahkan servis Gauff di game ketujuh, lalu menyelesaikan set pertama dalam waktu 37 menit tanpa menghadapi satu pun peluang break.
Di set kedua yang menegangkan, peluang break pertama bagi Gauff muncul dari pukulan backhand menyilang yang melesat di game kedua, disambut sorakan meriah penonton di Hard Rock Stadium, markas tim NFL Miami Dolphins yang hanya berjarak satu jam dari rumah Gauff di Delray Beach.
![Sabalenka Taklukkan Gauff untuk Raih Gelar Miami Open Kedua Beruntun dan Bawa Hadia Uang 18,4 Miliar]()
Namun, Gauff gagal memanfaatkannya. Ia malah membuang pukulan forehand ke net pada poin berikutnya, membuat Sabalenka tetap bertahan.
Gauff kembali menunjukkan kegigihannya di game kelima untuk mempertahankan servisnya. Sempat unggul 40-0, ia membuang tiga poin game karena dua kali melakukan kesalahan sendiri dan satu kali double fault, lalu harus menyelamatkan satu poin break sebelum akhirnya memenangkan game tersebut pada usaha kelima.
Dengan pukulan groundstroke yang lebih dalam sehingga meningkatkan tekanan pada Sabalenka, Gauff akhirnya mematahkan servis untuk pertama kalinya dan merebut set kedua.
Namun, itu menjadi ledakan terakhirnya. Sabalenka langsung mematahkan servis Gauff di awal set ketiga, dan kembali mematahkan servisnya untuk mengamankan kemenangan setelah pukulan backhand Gauff melambung panjang pada match point pertama Sabalenka.(*/saf/yahoosport)
(lam)