LANGIT7.ID-London; Untuk pertama kalinya, klub-klub Inggris berhasil menembus final dari tiga kompetisi Eropa yang berbeda dalam satu musim yang sama.
Setelah Arsenal memastikan tempat di final Liga Champions berkat kemenangan agregat 2-1 atas Atletico Madrid pada Selasa, Aston Villa dan Crystal Palace menyusul di kompetisi masing-masing pada akhir pekan tersebut.
Tim asuhan Unai Emery, Aston Villa, membalikkan defisit kekalahan 1-0 di leg pertama dan menang agregat 4-1 atas Forest pada Kamis. Mereka pun melaju ke final Liga Europa untuk bertemu dengan klub Bundesliga, Freiburg, di Istanbul pada 20 Mei.
Seiring dengan kemenangan Villa, Crystal Palace menyusul kemenangan 3-1 atas Shakhtar Donetsk seminggu sebelumnya dengan kemenangan 2-1 di leg kedua yang digelar di Selhurst Park. Mereka akan menghadapi Rayo Vallecano di final Liga Konferensi pada 27 Mei.
Liga Konferensi diperkenalkan lima tahun lalu—menjadi kompetisi ketiga sepak bola Eropa setelah Piala Winners berakhir pada 1999.
Pencapaian menembus tiga final hampir terjadi musim lalu, saat Chelsea memenangkan Liga Konferensi dan Tottenham mengalahkan Manchester United di final Liga Europa. Namun, klub Inggris terakhir yang tersisa di Liga Champions saat itu adalah Arsenal, yang dikalahkan oleh juara bertahan Paris Saint-Germain di babak empat besar.
Liga Premier sebelumnya pernah menempatkan setidaknya tiga klub di final Liga Champions dan Liga Europa. Pada 2021, Kai Havertz mencetak satu-satunya gol saat Chelsea mengalahkan Manchester City di final Liga Champions yang sepenuhnya dihuni klub Premier League, sementara Manchester United kalah di final Liga Europa.
Pada 2019, Liverpool mengalahkan Tottenham Hotspur di final Liga Champions di minggu yang sama ketika Chelsea mengalahkan Arsenal di final Liga Europa di Baku. Sementara itu, pada 2006, klub-klub Inggris kalah di kedua final—ketika Arsenal dibekuk Barcelona di final Liga Champions dan Middlesbrough dihancurkan 4-0 oleh Sevilla di Piala UEFA.
Namun, harus mundur lebih dari 20 tahun dari titik itu untuk menemukan musim sebelumnya di mana klub Inggris memenangkan dua dari tiga kompetensi yang tersedia. Pada 1984, Liverpool meraih Piala Eropa keempat dengan mengalahkan Roma, dan Spurs mengalahkan Anderlecht untuk memenangkan Piala UEFA untuk kedua kalinya.
Liverpool juga memenangkan Piala Eropa pada 1981 dengan kemenangan 1-0 atas Real Madrid di Paris, sementara Ipswich Town asuhan Bobby Robson mengalahkan AZ Alkmaar di final Piala UEFA tahun yang sama.
Apakah negara lain pernah mencapainya?Italia telah menempatkan wakilnya di semua final yang tersedia beberapa kali, terbaru pada 2023, meskipun klub-klub mereka kalah di ketiga final—Inter di Liga Champions, Roma di Liga Europa, dan Fiorentina di Liga Konferensi.
Serie A memenangkan dua dari tiga final pada 1993-94—AC Milan juara Liga Champions dan Inter juara Piala UEFA, sementara Parma kalah dari Arsenal di Piala Winners. Mereka juga memenangkan dua dari tiga dan kalah satu lagi pada 1992-93 dan 1988-89.
Namun, pada 1989-90, puncak era kejayaan sepak bola Italia, klub-klub Serie A memenangkan ketiga kompetisi: Milan sebagai juara Eropa, Juventus mengalahkan Fiorentina untuk menang di Piala UEFA, dan Sampdoria menjuarai Piala Winners.
Klub-klub Spanyol mencapai tiga final pada 1985-86, dengan Real Madrid memenangkan Piala UEFA, Barcelona menjadi finalis yang kalah di Piala Eropa, dan Atletico Madrid sebagai runner-up di Piala Winners.(*/saf/bbc)
(lam)