LANGIT7.ID-Jakarta; Matheus Cunha berisiko menghadapi hukuman susulan (retrospective action) gara-gara ulahnya saat Manchester United meraih kemenangan luar biasa 3-2 melawan pemuncak klasemen Premier League, Arsenal.
Pemain asal Brasil ini menjadi pahlawan lewat gol kemenangannya, melepaskan tendangan jarak jauh melengkung yang indah untuk menaklukkan David Raya dan membungkam publik di Emirates Stadium. Sebelumnya, Patrick Dorgu dan Bryan Mbeumo sempat membawa Setan Merah unggul, setelah gol bunuh diri Lisandro Martinez sempat memberi The Gunners keunggulan cepat di awal laga.
Gol Cunha benar-benar membuat seisi stadion dan penonton di rumah terperangah. Pasalnya, Arsenal baru saja menyamakan kedudukan lewat Mikel Merino dan terlihat bakal ngegas mencari gol kemenangan. Namun, di tengah euforia tersebut, sang penyerang kini justru menghadapi bayang-bayang skorsing.
Sky Sports Minta Maaf atas Luapan Emosi Matheus Cunha
Setelah melihat bola sepakannya menggetarkan jala gawang, Cunha langsung berlari ke sudut stadion tempat suporter tandang United berada. Sambil merayakan gol secara liar bersama rekan setimnya dan mencium lambang klub di dada, pemain timnas Brasil itu berteriak tepat ke arah kamera di sebelahnya.
Sky Sports buru-buru meminta maaf kepada pemirsa karena pemain berusia 26 tahun itu tampak melontarkan kata-kata kasar dalam luapan emosinya. Komentator Peter Drury dengan sigap memberikan klarifikasi:
"Jika Anda mendengar bahasa yang kurang pantas di tengah perayaan tadi, kami memohon maaf atas hal tersebut."
Masih belum dipastikan apakah akan ada tindakan terhadap mantan pemain Wolves tersebut, mengingat wasit tidak memberikan hukuman saat insiden terjadi di lapangan. Namun, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) punya hak penuh untuk menjatuhkan hukuman susulan.
Menurut buku peraturan FA, "bahasa dan/atau gestur yang ofensif, menghina, atau kasar" akan membuat pemain diganjar kartu merah langsung. Meskipun hal itu tidak terjadi saat pertandingan, otoritas sepak bola tersebut bisa turun tangan setelah laga usai jika insidennya terekam kamera dan disiarkan ke khalayak luas.
Umpatan Cunha yang langsung ditujukan ke kamera bisa dianggap sebagai tindakan tidak terpuji yang "jelas dan disengaja" serta mencoreng citra permainan (melansir laporan Manchester Evening News). Legenda Man Utd, Wayne Rooney, pernah dijatuhi hukuman larangan bermain dua laga dan didakwa atas "penggunaan bahasa yang ofensif, menghina, dan/atau kasar" untuk insiden serupa pada tahun 2011.
'Momen Terbaik' Cunha Sebagai Pemain Man Utd
Berbicara di samping bek Inggris, Harry Maguire, setelah peluit panjang berbunyi, Cunha ditanya apakah gol kemenangannya melawan Arsenal adalah momen terbaik yang pernah ia rasakan selama berseragam Man Utd. Ia menjawab:
"100 persen. Pertandingan semacam inilah yang kami impikan untuk dimainkan. Saat saya datang ke Man Utd, laga-laga seperti inilah yang biasa saya tonton di televisi dan saya ingin menjadi bagian darinya."
"Tentu saja, ini adalah salah satu momen terbaik bagi saya di sini."
Setelah menjalani masa adaptasi pasca kepindahannya dari Wolves musim panas lalu, penyerang pekerja keras dan sangat bertalenta ini mulai memamerkan potensi yang bisa ia berikan untuk raksasa Premier League tersebut. Ia memang belum menjadi starter dalam dua laga pertama Michael Carrick sebagai pelatih, tetapi sukses memberikan dampak signifikan dari bangku cadangan di kedua pertandingan itu.
