Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 12 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Waspada Hantavirus, Dosen FKK ITS Ajak Kenali Ancaman dan Gejalanya

dwi sasongko Selasa, 12 Mei 2026 - 10:21 WIB
Waspada Hantavirus, Dosen FKK ITS Ajak Kenali Ancaman dan Gejalanya
dr Zulistian Nurul Hidayati SPPD tanggapi ramainya wabah Hantavirus. (Dok: Humas ITS)
LANGIT7.ID-Surabaya; Ramai menjadi kekhawatiran warga dunia terkait munculnya hantavirus di kapal pesiar MV Hondius. Sejumlah penumpang kapal pesiar yang berlayar dari Argentina tersebut dikabarkan mengalami gangguan pernapasan akut. Sampai dengan 4 Mei 2026 waktu setempat, telah teridentifikasi tujuh penumpang dengan gejala ringan, kritis, hingga meninggal dunia diakibatkan virus tersebut.

Di Indonesia sendiri telah teridentifikasi sebanyak 23 kasus hantavirus pada manusia sejak tahun 2024 lalu. Hal itu bukan menjadi hal baru dan harus menjadi perhatian kembali terkait risiko penyakit zoonosis yang meningkat di tengah padatnya pemukiman di beberapa wilayah di Indonesia. Sebab, karakteristik penularan dan tingkat fatalitasnya tak bisa dipandang rendah.

Menurut dokter Spesialis Penyakit Dalam dan dosen Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Zulistian Nurul Hidayati dr SpPD, hantavirus memiliki karakteristik penularan yang unik namun berisiko. “Manusia dapat terinfeksi melalui udara dengan terhirupnya partikel pada kotoran tikus dan juga kontak langsung dengan hewan pengerat,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Selasa (12/5/2026).

Dokter Spesialis Penyakit Dalam tersebut mengungkapkan bahwa sulit mengidentifikasi gejala awal saat terjangkit virus ini. Sebab, indikasi awal jika terpapar virus ini cukup umum seperti pada flu. “Oleh karena itu, tidak bisa hanya diagnosis dari gejala klinis, perlu adanya pemeriksaan diagnostik penunjang dengan pemeriksaan di lab,” terang Zulistian.

Meski gejala awalnya cenderung general, seperti batuk, flu, demam, dan nyeri otot. Namun perlu menjadi perhatian jika terjadi penurunan kondisi mendadak dan terjadinya kegagalan respirasi atau kegagalan pernapasan.

Lebih lanjut, terdapat dua dampak serius akibat paparan hantavirus, yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyebabkan gangguan pernapasan akut. Kemudian Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang masuk pada kategori demam berdarah yang disertai dengan gangguan ginjal akut.

Hingga kini diketahui bahwa hantavirus memiliki lebih dari 40 varian virus dan 20 diantaranya bersifat patogenik yang memungkinkan terjadi penularan pada manusia. Pertumbuhan virus sangat berisiko terjadi di wilayah pemukiman padat penduduk dengan sanitasi yang rendah.

Zulistian juga menyampaikan bahwa jenis virus ini berbeda dengan COVID 19 yang persebarannya cenderung masif. Sehingga, masyarakat hanya perlu lakukan langkah preventif berupa sterilisasi dan peningkatan sanitasi di lingkungan rumah. “Beberapa langkah perlindungan dapat dengan menggunakan masker dan sarung tangan agar terhindar dari kontak langsung dengan kotoran tikus,” ungkapnya.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 12 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:48
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)