LANGIT7.ID-, -
Raja Abdullah II dan
Ratu Rania memimpin rangkaian
peringatan 80 tahun kemerdekaan Yordania dalam suasana khidmat dan penuh makna. Perayaan yang digelar setiap 25 Mei itu memperingati hari bersejarah Yordania resmi merdeka dari Inggris pada 1946.
Hari Kemerdekaan menjadi salah satu momen nasional terpenting bagi rakyat Yordania sekaligus memiliki nilai historis mendalam bagi keluarga kerajaan Hashemiyah, karena berkaitan erat dengan sosok
Raja Abdullah I sebagai pendiri negara modern Yordania.
Baca juga: Di Tengah Konflik Iran-Israel, Mahasiswa Indonesia di Yordania Jalani Ramadhan dengan TenangDalam perayaan tahun ini, hampir seluruh anggota keluarga kerajaan hadir. Raja Abdullah II dan Ratu Rania didampingi tiga dari empat anak mereka, yakni Putra Mahkota Hussein bersama istrinya Rajwa Al Saif, kemudian Putri Salma serta Pangeran Hashem.
Sementara itu, Putri Iman dan suaminya, Jameel Alexander Thermiotis, tidak tampak hadir dalam acara tersebut.
Penampilan Putri Rajwa di perayaan tersebut berhasil mencuri perhatian publik. Putri Rajwa tampak mengenakan gaun cape dress berwarna biru langit yang dipercantik dengan detail emas di bagian pergelangan tangan.
Dalam pidato kenegaraan yang emosional, Raja Abdullah II menyampaikan pesan persatuan dan keteguhan bangsa. Ia menegaskan bahwa Yordania tetap berdiri kokoh di tengah berbagai tantangan kawasan.
“Saya berbicara kepada Anda dari tanah ini—tanah yang tidak pernah meninggalkan rakyatnya—pada peringatan kemerdekaan bangsa kita, sebuah momen yang terukir selamanya di hati kita,” ujar Raja Abdullah II, seperti dilansir dari Hola!, Kamis (28/5/2026).
Sang Raja juga menyoroti posisi penting Yordania dalam sejarah peradaban dan spiritualitas dunia. Ia menyebut bahwa di tepian Sungai Yordan, Nabi Isa AS dibaptis, serta negeri itu pernah menjadi tempat tinggal para sahabat Nabi Muhammad SAW dan generasi penerus mereka.
Baca juga: Menteri Luar Negeri Yordania di Forum Davos: Konflik Tepi Barat Harus DihindariMenurutnya, meski menghadapi berbagai tantangan geopolitik, Yordania tetap mampu menjaga stabilitas keamanan, mempertahankan jalur demokrasi, dan melindungi perekonomian nasional dari gejolak regional.
Sebagai bagian dari perayaan, Raja Abdullah II turut menganugerahkan medali kerajaan kepada sejumlah institusi dan tokoh yang dinilai berjasa dalam pembangunan dan modernisasi negara.
Salah satu penerima penghargaan tertinggi adalah tim nasional sepak bola Yordania atas keberhasilan mereka lolos ke Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Selain itu, Raja Abdullah II juga memberikan penghargaan kepada The Al Aman Fund for the Future of Orphans, inisiatif yang didirikan oleh Ratu Rania—serta Asosiasi Bank Yordania atas kontribusinya terhadap stabilitas sektor keuangan nasional.
Sejumlah tokoh lain dari bidang pendidikan, keagamaan, kemanusiaan, seni, media, hingga olahraga juga menerima penghargaan kerajaan atas dedikasi mereka bagi masyarakat Yordania.
Baca juga: Momen Prabowo Sapa Pilot Pesawat Tempur YordaniaPerayaan ditutup dengan resepsi keluarga kerajaan yang berlangsung hangat. Kebersamaan Raja Abdullah II, Ratu Rania, dan anak-anak mereka menjadi simbol optimisme serta persatuan nasional Yordania di usia kemerdekaannya yang ke-80.
(est)