LANGIT7.ID-Salah satu cara setan melalaikan manusia adalah membuatnya terlalu sibuk melihat kekurangan orang lain, hingga lupa memperbaiki dirinya sendiri.
Mudah sekali menemukan kesalahan orang. Mudah mengomentari, mengkritik, bahkan menyimpulkan. Namun sering kali, kita kurang jujur saat melihat kekurangan diri sendiri.
Padahal, orang yang paling diuntungkan bukanlah yang paling banyak mengetahui aib orang lain, melainkan yang paling serius memperbaiki aib dirinya sendiri.
Semakin seseorang mengenal dirinya, semakin ia sadar bahwa masih banyak yang harus dibenahi. Masih ada ibadah yang perlu diperbaiki, akhlak yang perlu diluruskan, dan hati yang perlu dibersihkan.
Karena itu, para ulama lebih sibuk mengoreksi diri daripada mengurusi kekurangan orang lain. Bukan berarti kita tidak boleh menasihati. Namun nasihat yang baik lahir dari hati yang penuh kasih sayang, bukan dari perasaan lebih baik dari orang lain.
Jika hari ini kita melihat kekurangan seseorang, doakanlah. Jika melihat kesalahan, ambillah pelajaran untuk diri sendiri. Sebab yang akan ditanya oleh Allah bukan bagaimana hidup orang lain, tetapi bagaimana kita menjalani hidup kita sendiri.
Maka gunakan waktu dan tenaga untuk memperbaiki diri. Karena semakin sibuk memperbaiki diri, semakin sedikit keinginan untuk menghakimi orang lain.
(*/saf/ Komunitas QM)
(lam)