LANGIT7.ID-Tidak sulit untuk bersikap rendah hati saat belum memiliki apa-apa. Yang lebih berat adalah tetap rendah hati ketika Allah mulai memberikan banyak nikmat, pencapaian, dan keberhasilan.
Saat usaha membuahkan hasil, rezeki bertambah, ilmu semakin luas, atau pengaruh semakin besar, ada godaan halus yang sering datang: merasa bahwa semua itu terjadi karena kemampuan diri sendiri.
Padahal, tidak ada satu pun keberhasilan yang lepas dari pertolongan Allah.
Betapa banyak orang yang memiliki kemampuan, tetapi tidak memiliki kesempatan. Betapa banyak yang bekerja keras, tetapi belum mendapatkan hasil yang sama.
Semua itu mengajarkan bahwa keberhasilan bukan hanya tentang usaha, tetapi juga tentang karunia Allah.
Orang yang rendah hati tidak mengecilkan pencapaiannya, tetapi ia menyadari dari mana semua itu berasal.
Ia tidak sibuk membanggakan dirinya, melainkan memperbanyak syukur. Ia tidak merasa lebih tinggi dari orang lain, karena tahu bahwa setiap nikmat bisa diambil kembali oleh Allah kapan saja.
Semakin banyak nikmat yang diterima, seharusnya semakin banyak rasa syukur yang tumbuh. Semakin tinggi pencapaian, semakin besar kebutuhan untuk menjaga kerendahan hati.
Karena yang membuat seseorang mulia di sisi Allah bukanlah banyaknya pencapaian, melainkan bagaimana ia menyikapi pencapaian tersebut.
Maka ketika Allah memberi keberhasilan, jangan biarkan hati menjadi tinggi. Biarkan ia tetap tunduk, tetap bersyukur, dan tetap sadar bahwa semua yang dimiliki hanyalah titipan dari-Nya.(*/saf/Komunitas QM)
(lam)