LANGIT7.ID-Spanyol; FC Barcelona bersiap mengajukan gugatan hukum terhadap Real Madrid, demikian diumumkan Wakil Presiden Barça, Rafa Yuste, dalam konferensi pers hari ini.
“Kita akan bertemu di pengadilan. Tidak ada yang akan mencoreng nama Barça, lambang ini. Kami sendiri yang akan mengurusnya. Kami akan menindak mereka karena kami memiliki bukti kuat,” ujar Yuste.
Yuste merujuk pada pernyataan Florentino Pérez tentang Barcelona dan kasus Negreira. Dalam kampanyenya, Pérez mengatakan hal berikut:
“Kami telah memenangkan tujuh gelar LaLiga selama masa kepemimpinan saya, padahal seharusnya bisa 14 gelar. Kami dirampok dari semua itu.”
Real Madrid juga sedang dalam proses mengirimkan laporan lengkap kepada UEFA mengenai tahun-tahun Negreira tersebut.
Kasus Negreira adalah skandal hukum yang masih berlangsung, terkait dengan pembayaran sekitar Rp127,5 miliar (€7,5 juta) yang dilakukan FC Barcelona antara tahun 2001 hingga 2018 kepada perusahaan milik José María Enríquez Negreira, mantan wakil ketua Komite Teknis Wasit (CTA).
Barcelona mengklaim pembayaran tersebut untuk konsultasi teknis yang sah, pencarian bakat, dan analisis wasit. Namun, jaksa penuntut dan lembaga peradilan berpendapat bahwa jumlah tersebut merupakan bentuk korupsi sistematis di dunia olahraga serta pembayaran tidak sah yang dirancang untuk memengaruhi keputusan wasit.
Penyelidikan ini berlangsung melalui beberapa perkembangan penting:
1. Gugatan Suap Ditolak Awal: Pada Mei 2024, Pengadilan Tinggi Spanyol menolak tuduhan suap resmi (cohecho) yang berat, dengan alasan Negreira secara teknis tidak memenuhi syarat sebagai "pejabat publik".
2. Tuntutan terhadap Korporasi: Hakim Spanyol secara resmi menuntut FC Barcelona sebagai badan hukum, bersama dengan mantan presiden klub Sandro Rosell dan Josep Maria Bartomeu, atas tuduhan korupsi olahraga, pengelolaan tidak jujur, dan pembukuan palsu.
3. Temuan Otoritas Pajak: Kantor Inspeksi Pajak Regional Catalunya mengeluarkan laporan yang menyimpulkan bahwa tidak ada bukti kuat yang membuktikan dana sekitar Rp127,5 miliar tersebut digunakan untuk menyuap wasit secara langsung, memperdagangkan informasi rahasia, atau mengubah hasil pertandingan.
4. Intervensi Real Madrid: Real Madrid secara agresif mendesak UEFA untuk mengambil tindakan olahraga terhadap Barcelona. Madrid telah menyerahkan dokumen-dokumen penting kepada otoritas sepak bola Eropa dan pengadilan, dalam upaya menyoroti kejanggalan statistik dalam keputusan wasit pada periode waktu yang dimaksud.
5. Pembelaan & Dokumen yang Hilang: Meskipun Barcelona membela keberadaan ratusan laporan teknis internal, para jaksa dan penyidik terus menguji keabsahan dokumen-dokumen tersebut. Pembelaan ini menjadi rumit ketika mantan manajer tim utama seperti Luis Enrique dan Ernesto Valverde bersaksi bahwa mereka tidak mengetahui laporan-laporan spesifik tersebut, meskipun klub menyatakan bahwa laporan-laporan itu digunakan oleh staf pelatih tim muda dan tim B.(*/saf/barcauniversal/wikipidea)
(lam)