LANGIT7.ID-Pujian adalah sesuatu yang menyenangkan untuk didengar. Setiap orang pada dasarnya senang ketika usahanya dihargai, kebaikannya diakui, dan prestasinya diapresiasi.
Namun di balik pujian, ada ujian yang tidak ringan.
Pujian bisa membuat seseorang bersyukur kepada Allah. Tetapi jika tidak hati-hati, pujian juga bisa membuat hati terlena. Mulai merasa lebih baik dari yang lain, lebih pantas dihormati, atau terlalu yakin dengan dirinya sendiri.
Padahal manusia yang memuji hanya melihat apa yang tampak. Mereka tidak mengetahui kekurangan, kesalahan, dan dosa yang kita sembunyikan.
Karena itu, orang-orang saleh dahulu tidak terlalu gembira ketika dipuji. Mereka justru khawatir jika pujian itu membuat hati mereka berubah.
Mereka memahami bahwa semua kebaikan yang terlihat oleh manusia sejatinya adalah karunia Allah.
Saat mendapatkan pujian, jangan biarkan hati menikmatinya terlalu lama. Kembalikan semua kepada Allah dengan mengucapkan syukur dan memohon agar Dia menjaga hati dari kesombongan.
Jangan pula menjadikan pujian sebagai tujuan hidup. Sebab manusia mudah berubah. Hari ini memuji, besok bisa saja mencela.
Jika Anda berbuat baik karena Allah, maka teruslah berbuat baik meski tidak dipuji. Dan jika suatu saat dipuji, jangan sampai pujian itu membuat langkah Anda berhenti memperbaiki diri.
Karena yang terpenting bukan bagaimana manusia memandang kita, tetapi bagaimana Allah menilai kita.
(*/saf/Komunitas QM)
(lam)