LANGIT7.ID-London; Harry Kane kembali membuktikan di Piala Dunia 2026 bahwa ia tetap menjadi salah satu penyerang elit di sepak bola dunia.
Di usia 32 tahun, kapten Inggris ini terus memadukan penyelesaian akhir yang klinis dengan visi bermain yang luar biasa, kualitas yang menjadi fondasi tim asuhan Thomas Tuchel.
Penampilan perdana Kane di turnamen tersebut tidak hanya menunjukkan insting mencetak golnya, tetapi juga kemampuannya turun ke lini tengah dan mengatur permainan.
Inilah permainan serba bisa yang membuatnya menjadi salah satu pemain terbaik Bayern Munich musim ini dan membuat namanya masuk dalam radar Barcelona ketika klub mulai mempersiapkan masa setelah Robert Lewandowski.
Barcelona Jajaki Kemungkinan Mendatangkan KaneBarcelona tidak pernah membuat tawaran resmi untuk Kane, tetapi mereka berusaha mengukur kesediaan sang striker untuk mempertimbangkan kepindahan jika klub memutuskan untuk mengejarnya secara serius, menurut laporan SPORT.
Namun, respons yang mereka terima dengan cepat meredam minat awal tersebut. Kane bahagia di Munich dan tidak memiliki keinginan untuk pergi.
Setelah bertahun-tahun di Tottenham tanpa rutin bersaing memperebutkan gelar bergengsi, ia akhirnya menemukan apa yang ia cari di Bayern: kekuatan dominan di dalam negeri dan klub yang mampu bersaing di Liga Champions.
Di bawah asuhan Vincent Kompany, Bayern nyaris mencapai final musim ini setelah melalui semifinal epik melawan Paris Saint-Germain, yang semakin memperkuat keyakinan Kane bahwa ia berada di tempat yang tepat.
Julián Álvarez Memberikan Respons yang BerbedaSikap Kane sangat kontras dengan sikap yang ditemui Barcelona dari penyerang Atlético Madrid, Julián Álvarez, yang kini menjadi target utama klub untuk posisi nomor 9.
Sejak awal, penyerang asal Argentina itu menunjukkan kesediaan yang kuat untuk bergabung dengan klub Catalan. Keterbukaan itu membantunya menjadi pilihan utama bagi Deco dan Hansi Flick.
Di dalam klub, ada keyakinan bahwa Álvarez memiliki semua yang dibutuhkan untuk sukses di Barcelona. Ia memadukan gol dengan permainan penghubung yang cerdas dan juga dihargai atas kerja kerasnya tanpa bola.
Tuntutan Flick JelasKedatangan Anthony Gordon di awal musim panas menggarisbawahi niat Hansi Flick.
Pelatih asal Jerman itu tidak berencana berkompromi dengan filosofi sepak bolanya. Ia ingin penyerang yang berkontribusi agresif dalam pressing dan membantu menjaga struktur pertahanan tim. Dalam hal ini, Álvarez sangat cocok dengan profil yang diinginkan.
Meskipun Harry Kane tetap menjadi salah satu penyerang terbaik dunia, komitmennya kepada Bayern Munich secara efektif mendinginkan minat Barcelona.
Akibatnya, fokus tetap tertuju pada Álvarez, penyerang yang secara konsisten menunjukkan baik keinginan maupun kualitas untuk menjadi ujung tombak serangan Flick di masa depan.(*/saf/barcauniversal)
(lam)