LANGIT7.ID-Kanada; Mo Salah memberikan pernyataan penting pada Minggu malam. Ini kabar yang sungguh fantastis bagi Liverpool.
Mohamed Salah menjadi kapten tim Mesir dalam kemenangan perdana Piala Dunia pada Minggu lalu melawan Selandia Baru. Itu adalah malam bersejarah sekaligus mewujudkan impian lama Salah.
Namun, ini juga menjadi kabar yang tampak luar biasa bagi Liverpool. Salah bermain sangat baik dalam pertandingan tersebut, mencetak satu gol dan satu assist—artinya ia telah mengoleksi satu gol dan dua assist dalam dua pertandingan pembukaan Mesir di turnamen ini.
Penampilannya kali ini lebih mirip Salah versi lama: sangat terlibat dan mampu menciptakan peluang. Ia menciptakan lima peluang sepanjang pertandingan sebagai buktinya.
Ini terasa aneh bagi seorang pemain yang oleh banyak pihak dianggap sudah habis di level elite. Ini adalah penampilan yang berbicara keras—sebuah bukti bahwa ia masih punya banyak yang bisa diberikan.
Sayangnya, Salah tidak akan memberikannya di Liverpool. Ia akan hengkang musim panas ini ke tempat baru. Namun, yang kita miliki saat ini adalah bukti bahwa performa buruk musim lalu tidak sepenuhnya menjadi kesalahannya.
Sejak awal, itu tampak lebih sebagai masalah struktur tim. Mungkin jika hanya Salah satu-satunya pemain Liverpool yang kesulitan, Anda bisa mengatakan ia tak lagi mumpuni. Tetapi semua pemain tampil mengecewakan? Itu bukan sekadar kebetulan.
Hal ini diperkuat oleh performa pemain Liverpool lain di kompetisi yang sama. Cody Gakpo tampil fantastis: berbahaya di laga pembuka melawan Jepang dan kemudian menjadi pemain terbaik di lapangan saat melawan Swedia. Ia mencatat dua gol dan satu assist.
Alexander Isak mencetak gol brilian di laga pembuka Swedia, sementara Ryan Gravenberch dan Florian Wirtz juga tampak bagus. Bahkan, tak ada klub lain yang pemainnya menyumbang lebih banyak gol di turnamen ini dibandingkan Liverpool.
Penampilan Salah menunjukkan bahwa pergantian pelatih di Liverpool adalah langkah yang diperlukan. Ini adalah upaya untuk menggali lebih banyak potensi dari skuad ini dengan pendekatan baru, dan bahwa kekecewaan musim lalu lebih disebabkan oleh masalah tim secara kolektif, bukan karena skuad yang buruk.
Hal ini terbukti dari performa para pemain Liverpool di Piala Dunia dan membuat kami bersemangat menyambut era Andoni Iraola. Perubahan harus terjadi—dan Liverpool menjadi lebih baik karenanya.(*/saf/anfieldwatch)
(lam)