Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 27 Juni 2026
home global news detail berita

Fadli Zon Dorong JAFF Market 2026 Jadi Penggerak Ekosistem Perfilman Indonesia

tim langit 7 Jum'at, 26 Juni 2026 - 23:15 WIB
Fadli Zon Dorong JAFF Market 2026 Jadi Penggerak Ekosistem Perfilman Indonesia
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, hadir dalam Peluncuran JAFF Market 2026 di Midaz Senayan Golf, Jakarta, sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan ekosistem perfilman nasional sekaligus mendorong daya saing film Indonesia di tingkat global melalui kolaborasi antarpelaku industri.

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa JAFF Market telah menunjukkan perkembangan yang positif sejak pertama kali diselenggarakan pada 2024. Peningkatan jumlah peserta dari tahun ke tahun dinilai mencerminkan semakin besarnya kebutuhan akan ruang yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan industri perfilman, mulai dari sineas, produser, sutradara, penulis skenario, investor, distributor, hingga mitra internasional.

Menurutnya, keberadaan film market telah menjadi praktik yang lazim di berbagai negara sebagai wadah untuk mempertemukan gagasan, talenta, pembiayaan, serta peluang kolaborasi. Karena itu, JAFF Market memiliki peran strategis dalam memperkuat keberlanjutan ekosistem perfilman Indonesia. "JAFF Market menjadi bagian penting dari keberlanjutan ekosistem perfilman Indonesia. Platform seperti ini mempertemukan seluruh pemangku kepentingan industri sehingga membuka lebih banyak peluang kolaborasi dan pengembangan perfilman nasional," ujarnya dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026).

Beliau juga menyoroti besarnya potensi industri perfilman Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang mencapai hampir 290 juta jiwa, kebutuhan layar bioskop nasional masih jauh dari ideal sehingga peluang investasi di sektor perfilman masih terbuka lebar. Di sisi lain, budaya menonton di bioskop perlu terus dijaga karena tidak hanya menghadirkan pengalaman sinematik, tetapi juga menggerakkan ekonomi budaya dan memperkuat interaksi sosial di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Menbud menegaskan bahwa penguatan perfilman nasional merupakan bagian dari agenda Pemajuan Kebudayaan. Film tidak hanya dipandang sebagai industri kreatif, tetapi juga menjadi medium yang memuat berbagai ekspresi budaya, mulai dari seni peran, musik, fesyen, hingga promosi budaya dan pariwisata. Pemerintah terus memperkuat ekosistem perfilman dari hulu hingga hilir melalui pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kualitas penulisan skenario, serta afirmasi terhadap tema-tema strategis seperti sejarah, pendidikan, dan film anak.

"Kita ingin film Indonesia tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi juga semakin dikenal dan ditonton oleh masyarakat dunia melalui cerita-cerita Indonesia yang kaya, beragam, dan memiliki karakter yang kuat," tambah Menbud.

Pada kesempatan yang sama, Market Director JAFF Market, Linda Gozali, menegaskan komitmen penyelenggara untuk terus mengembangkan JAFF Market sebagai ruang kolaborasi yang mampu mendorong pertumbuhan industri perfilman Indonesia. Menurutnya, penguatan ekosistem perfilman harus berjalan seiring dengan pengembangan infrastruktur pendukung, termasuk keberadaan bioskop yang memberikan pengalaman sinematik bagi masyarakat. "JAFF Market akan terus kami kembangkan karena kami percaya ruang ini penting bagi pertumbuhan industri film. Kehadiran bioskop dan pengalaman sinematik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan ekosistem perfilman," ujar Linda Gozali.

Sebagai bagian dari Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), JAFF Market merupakan platform industri yang mempertemukan sineas, rumah produksi, investor, distributor, platform streaming, lembaga pendanaan, serta pelaku industri kreatif dari berbagai negara. Sejak diluncurkan pada 2024, JAFF Market berkembang menjadi salah satu wadah industri film yang menjanjikan di kawasan Asia Pasifik dengan memperkuat kolaborasi lintas negara di bidang film dan konten kreatif.

JAFF Market 2026 akan diselenggarakan pada 28–30 November 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta. Tahun ini, JAFF Market menghadirkan sejumlah program utama, antara lain JAFF Future Project, JAFF IP Connection, Talent Day, Film & Market Conference, dan Market Screening yang dirancang untuk memperluas peluang kolaborasi, pendanaan, pengembangan kekayaan intelektual, serta distribusi karya perfilman Indonesia di tingkat internasional.

Turut hadir dalam peluncuran tersebut, di antaranya Direktur Film, Musik, dan Seni, Irini Dewi Wanti; Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia, Fauzan Zidni; Business Director JAFF Market, Sekarini Seruni; jajaran committee dan steering committee JAFF; jajaran PT. Bank Amar Indonesia; serta sejumlah tokoh dan asosiasi perfilman nasional.

Menutup sambutannya, Menbud Fadli Zon berharap JAFF Market terus berkembang sebagai simpul kolaborasi industri perfilman Indonesia dan kawasan Asia. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pelaku industri, komunitas, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun ekosistem perfilman yang berkelanjutan sehingga film Indonesia tidak hanya semakin kuat di pasar domestik, tetapi juga mampu menjangkau penonton dunia dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia di tingkat internasional.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 27 Juni 2026
Imsak
04:32
Shubuh
04:42
Dhuhur
11:59
Ashar
15:20
Maghrib
17:52
Isya
19:06
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan