LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, memulai kunjungan kerja di Provinsi Sumatra Barat dengan mengunjungi Rumah Tan Malaka yang terletak di Pandam Gadang, Kec. Gunuang Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota. Kunjungan ini sekaligus meninjau kondisi bangunan dan tata pamer Rumah Tan Malaka pasca peresmian pada 20 Desember 2024 lalu.
Menbud menyampaikan bahwa Ibrahim Dato' Tan Malaka merupakan pejuang dan Bapak Republik Indonesia. Menurut Menbud, beliau memiliki visi tentang lahirnya Republik Indonesia yang tertuang dalam buku ”
Naar de Republiek” yang ditulis pada tahun 1925. “Tan Malaka juga dikenal sebagai seorang pemikir dengan karya-karya penting seperti
Madilog dan
Dari Penjara ke Penjara. Perjuangan Tan Malaka sangat dihargai dan dihormati oleh pejuang lain, termasuk Bung Karno. Tan Malaka ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 1963,” ujar Menbud selepas mengunjungi area tersebut, dikutip Jumat (19/6/2026).
Selanjutnya Menbud juga menyampaikan pembangunan, renovasi dan pengelolaan kawasan dapat segera dilakukan karena status Rumah Tan Malaka kini telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional. “Namun, pengelolaan tetap dapat dilakukan oleh pihak lain, misalnya yayasan. Yang utama adalah seluruh keluarga (Tan Malaka) sepakat dan menyetujui,” jelas Menbud.
Selain membahas sejumlah hal seperti perbaikan fisik bangunan, tata pameran, hingga pencahayaan ruangan, pada kesempatan tersebut Menteri Fadli Zon turut menginstruksikan kepada Bupati Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang, yang turut mendampingi Menbud pada kunjungan tersebut, agar dibuatkan penunjuk arah maupun simbol-simbol yang menandakan kawasan tersebut sebagai Rumah Tan Malaka.
Turut mendampingi Menteri Kebudayaan pada kunjungan tersebut antara lain Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; Direktur Sarana dan Prasarana, Ferry Arlian; Direktur Warisan Budaya, Agus Widiatmoko; Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Barat, Nurmatias; serta Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Syaiful Bahri.
Kementerian Kebudayaan akan melakukan renovasi lanjutan, setelah sebelumnya dilakukan pada 19 Desember 2024. Renovasi direncanakan mencakup penataan kawasan, penataan ruang pamer, serta pengembangan beberapa sudut lainnya. “Kita akan jadikan tempat ini sebagai pusat budaya, wisata sejarah, dan tempat bersejarah yang mengenang Tan Malaka sebagai seorang pejuang nasional Indonesia,” tutup Menteri Kebudayaan.
(lam)