LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, meresmikan Pameran Nasional Kain Tradisional Nusantara 2026 bertajuk “
Nusa Wastra: Living Patterns of Nusantara” di Museum Negeri Sonobudoyo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pameran yang berlangsung hingga 29 Juli 2026 tersebut menampilkan kekayaan wastra Nusantara dari berbagai daerah di Indonesia sebagai representasi identitas budaya, nilai filosofis, dan kearifan lokal yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Pameran ini merupakan hasil kolaborasi Kementerian Kebudayaan bersama dengan Pemerintah Daerah DIY, serta beberapa pihak terkait. Melalui pendekatan kolaboratif yang menghadirkan koleksi kain tradisional dari berbagai museum negeri provinsi se-Indonesia, pameran ini menjadi ruang apresiasi, edukasi, dan pelestarian wastra Nusantara, sekaligus memperkuat peran museum sebagai ruang belajar dan destinasi wisata budaya.
Dalam sambutannya, Menbud Fadli Zon menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah DIY, khususnya Museum Negeri Sonobudoyo, serta seluruh museum yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan pameran nasional kolaboratif tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat ekosistem permuseuman Indonesia sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya bangsa kepada masyarakat yang lebih luas.
Beliau menjelaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam dengan lebih dari 1.340 kelompok etnis yang tersebar di lebih dari 17 ribu pulau. Keragaman tersebut tercermin dalam berbagai bentuk wastra Nusantara yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga mengandung filosofi, nilai, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. “Keberagaman budaya bangsa kita dapat terlihat dari batik, songket, tenun, ikat, hingga berbagai bahan dan medium lain yang begitu indah dan kaya. Di balik setiap ekspresi budaya tersebut tersimpan filosofi, harapan, bahkan doa,” ujar dia dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).
Menbud menegaskan bahwa wastra merupakan bagian penting dari warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai strategis, baik sebagai identitas budaya maupun sebagai instrumen diplomasi budaya di tingkat internasional. Menurutnya, pengakuan dunia terhadap batik dan kebaya menunjukkan bahwa wastra Indonesia memiliki daya tarik dan relevansi yang kuat dalam peradaban global.
Beliau juga menyoroti besarnya potensi ekonomi budaya yang dimiliki sektor wastra. Selain menjadi bagian dari ekspresi budaya masyarakat, wastra memiliki peluang untuk terus dikembangkan sebagai penggerak industri budaya dan ekonomi kreatif yang memberikan manfaat bagi para perajin, pembatik, penenun, dan komunitas budaya di berbagai daerah.
“Wastra dapat menjadi instrumen diplomasi budaya yang sangat efektif karena mudah dikenali dan menjadi bagian dari
soft power Indonesia. Yang tidak kalah penting, wastra juga merupakan elemen dari industri budaya dan ekonomi budaya yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan,” tambah Menbud.
Menteri Kebudayaan juga menyoroti pentingnya transformasi museum agar semakin relevan dengan perkembangan masyarakat. Menurutnya, museum harus menjadi etalase budaya dan etalase peradaban yang mampu menghadirkan pengalaman edukatif dan menarik bagi pengunjung. Karena itu, penguatan tata pamer, penyusunan narasi yang baik, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas perlu terus didorong guna memperkuat peran museum sebagai pusat budaya, ruang literasi, dan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi budaya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, dalam laporannya menyampaikan bahwa Pameran Nasional Kain Tradisional Nusantara merupakan hasil kesepakatan museum-museum di seluruh Indonesia untuk menyelenggarakan pameran kolaboratif secara bergilir. Pameran ini dihadirkan untuk memberikan kebaruan narasi, meningkatkan relevansi museum dengan isu-isu kekinian, menarik minat generasi muda, serta memperkuat kerja sama antar museum dan lembaga budaya.
“Pameran ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan, terutama di kalangan generasi muda, terhadap Wastra Nusantara, sehingga mendorong partisipasi dalam upaya perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kain di masa depan,” ujar Ni Made.
Pameran “
Nusa Wastra: Living Patterns of Nusantara” diselenggarakan di Gedung Saraswati Museum Sonobudoyo dan menampilkan 85 koleksi utama serta 22 koleksi penunjang hasil kolaborasi 40 lembaga, yang terdiri atas 36 museum dan sejumlah institusi pendukung. Melalui berbagai narasi dan koleksi yang ditampilkan, pameran ini mengajak pengunjung memahami perjalanan wastra Nusantara sebagai identitas budaya, pengetahuan tradisional, ekspresi artistik, hingga warisan budaya yang terus berkembang untuk masa depan. Selain pameran, masyarakat juga dapat mengikuti berbagai kegiatan pendukung seperti seminar,
talkshow, workshop, hingga lomba desain.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, antara lain Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi; Paniradya Pati Keistimewaan DIY, Kurniawan; Kepala Bappeda DIY, Danang Setiadi; Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset DIY, Wiyos Santoso; Kepala Istana Kepresidenan Yogyakarta, Deni Mulyana; Ketua ICOM Indonesia, Budi Trinovari; serta para kurator, akademisi, perajin, seniman, dan budayawan setempat. Hadir mendampingi Menteri Kebudayaan, yaitu Staf Khusus Menteri Bidang Sejarah dan Pelindungan Warisan Budaya, Basuki Teguh Yuwono; serta Direktur Warisan Budaya, Agus Widiatmoko.
Menutup sambutannya, Menbud Fadli Zon berharap pameran yang berlangsung hampir dua bulan ini dapat menjadi sarana edukasi dan apresiasi budaya bagi masyarakat luas, khususnya generasi muda, untuk semakin mengenal dan mencintai kekayaan wastra Indonesia. “Kita berharap semakin banyak kain tradisional Indonesia yang dikenal di dunia internasional, semakin familiar, dan semakin mendapatkan apresiasi, baik dari masyarakat dunia maupun masyarakat Indonesia sendiri. Dengan demikian, ekosistem wastra di Indonesia akan semakin berkembang dan kecintaan masyarakat terhadap penggunaan wastra dari berbagai daerah juga akan semakin meningkat,” tutup Fadli Zon.
(lam)