LANGIT7.ID-, Pekalongan - Sarana pembelajaran
Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Pekalongan kini memiliki Gedung Laboratorium Terpadu, guna melengkapi fasilitas pendukung yang dirancang untuk memperkuat ekosistem akademik dan layanan kemahasiswaan.
Fasilitas tersebut meliputi laboratorium komputer,
ballroom multifungsi, studio podcast, pusat layanan akademik, pusat pengembangan karier (Career Development Center), Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), serta berbagai ruang penunjang lainnya yang mendukung proses pembelajaran, penelitian, inovasi, pengembangan kompetensi, dan peningkatan daya saing lulusan di era global.
Infrastruktur baru itu diresmikan hari ini oleh
Menteri Agama Nasaruddin Umar. Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti, pengguntingan pita, serta peninjauan sejumlah fasilitas laboratorium. Hadir, Rektor UIN Gus Dur Zaenal Mustakim beserta jajarannya, perwakilan dari pemerintah daerah, serta sivitas akademika kampus.
Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam penguatan sarana akademik dan riset sebagai bagian dari transformasi pendidikan tinggi keagamaan menuju kampus yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.
Menag mengapresiasi perkembangan UIN Gus Dur Pekalongan. Menag minta seluruh sivitas akademika terus percaya diri dalam membangun kampus yang unggul.
Baca juga: Berubah Jadi PTNBH, UIN Syarif Hidayatullah Kejar Target Kampus Kelas DuniaMenurutnya, penyematan nama Gus Dur sebagai identitas kampus merupakan amanah besar yang harus diwujudkan melalui karya, prestasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
"UIN ini telah mengambil langkah yang sangat tepat dengan mengabadikan nama Gus Dur sebagai identitas kampus. Saya memahami bahwa proses penetapan nama tersebut bukanlah hal yang mudah dan melalui berbagai tantangan. Karena itu, saya ingin menyampaikan kepada seluruh sivitas akademika agar tidak pernah merasa rendah diri hanya karena berada di Pekalongan. Alumni UIN memiliki potensi yang besar dan mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi mana pun," ujar Menteri Agama di Pekalongan, Jumat (26/6).
Di sisi lain, Rektor UIN Pekalongan, Prof. Zaenal Mustakim, berterima kasih atas dukungan Kementerian Agama dalam pengembangan sarana dan prasarana pendidikan di kampusnya.
Menurut Prof. Zaenal, kehadiran Menteri Agama meresmikan Gedung Laboratorium Terpadu merupakan sebuah kehormatan sekaligus membawa semangat baru bagi UIN Gus Dur.
"Kunjungan dan arahan Menag menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, riset, pengabdian kepada masyarakat, serta memperkuat komitmen dalam mewujudkan UIN Gus Dur sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul dan berdaya saing," katanya.
Ia menambahkan, keberadaan Gedung Laboratorium Terpadu ini akan memperkuat proses pembelajaran, penelitian, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat.
Baca juga: Tingkatkan Ekonomi Kampung Moderasi Beragama, UIN Gus Dur Kembangkan Bank Sampah dan Budi Daya MagotGedung Laboratorium Terpadu dirancang untuk mendukung berbagai kegiatan praktikum, penelitian, pengembangan teknologi, serta kolaborasi akademik lintas bidang keilmuan. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat ekosistem riset dan inovasi yang selaras dengan visi UIN Gus Dur sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul dalam integrasi keilmuan, keislaman, dan kemanusiaan.
Peresmian gedung ini sekaligus menjadi simbol komitmen bersama dalam membangun pendidikan tinggi yang berkualitas, modern, dan responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dengan dukungan fasilitas yang semakin memadai, UIN Gus Dur optimistis dapat terus meningkatkan kontribusinya dalam mencetak generasi yang berkarakter, inovatif, dan mampu memberikan solusi bagi tantangan pembangunan di tingkat lokal, nasional, maupun global.
(lsi)