LANGIT7.ID-Banyumas; Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Banyumas Lengger Bicara 2026 Gemah Ripah Loh Jinawi yang diinisiasi oleh Yayasan Lengger Bicara. Berlangsung di Menara Teratai, Purwokerto, pertunjukan ini merupakan wujud nyata komitmen masyarakat dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan warisan budaya bangsa.
“Atas nama Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Yayasan Lengger Bicara, para seniman lengger, komunitas budaya, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyelenggarakan acara ini,” jelas Menbud Fadli Zon dalam keterangannya, dikutip Sabtu (27/6/2026).
Menbud menambahkan, Lengger Banyumas bukan sekedar tari pertunjukan. Di dalamnya terkandung sejarah, nilai-nilai kehidupan masyarakat, ekspresi estetika, serta identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Lewat gerak tari, musik, tembang, dan interaksi yang khas, Lengger Banyumas mempresentasikan kekayaan tradisi yang tumbuh dari akar budaya masyarakat Banyumas.
Di tengah perkembangan zaman yang makin dinamis, ruang-ruang kreatif berbasis komunitas memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan budaya sekaligus mendorong lahirnya inovasi tanpa melepaskan akar tradisinya. “Budaya akan tetap hidup bukan hanya karena diwariskan, tetapi karena diberi ruang untuk dipraktikkan, dikembangkan, dan dirayakan bersama oleh komunitasnya,” tegas Menbud Fadli Zon.
Komitmen tersebut menurut beliau sejalan dengan amanat Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sebagai implementasinya, Kementerian Kebudayaan terus memperkuat pelindungan tradisi budaya lokal melalui pemberdayaan komunitas, penyelenggaraan festival budaya, dan dokumentasi warisan budaya. Di sisi lain, Kementerian Kebudayaan juga mendorong regenerasi nilai-nilai budaya, serta memanfaatkan teknologi digital untuk mendokumentasikan dan mempromosikan budaya Indonesia hingga ke tingkat internasional.
Menbud Fadli Zon juga menyoroti besarnya potensi budaya Banyumas yang mencakup berbagai ekspresi budaya, seperti Calung Banyumasan, Ebeg, Lengger Banyumasan, Buncis, Seni Begalan, Ronggeng Banyumasan, hingga bahasa Banyumasan dengan kekhasan dialek ngapak. Beragam kekayaan budaya tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan melalui medium kreatif, seperti teater, film, literasi, podcast, dan berbagai konten digital agar makin dekat dengan generasi muda.
Sementara itu Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyampaikan makna dibalik tema Gemah Ripah Loh Jinawi yang diangkat dalam penyelenggaraan kali ketiga Banyumas Lengger Bicara. Tema ini menggambarkan tanah yang makmur tumbuh beriringan dengan budaya yang berkembang bersama warganya. Dirinya juga menggarisbawahi bahwa pembangunan tidak hanya digambarkan oleh infrastruktur, tetapi juga upaya bersama dalam menjaga budaya sebagai identitas bangsa.
Dalam sesi Tribute to Maestro, Banyumas Lengger Bicara 2026 menganugerahkan penghargaan kepada maestro Peang Penjol dan Suliyah, sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka dalam merawat, melestarikan, dan mengembangkan kesenian tradisional Banyumas. Penghargaan tersebut menegaskan pentingnya peran para maestro sebagai penjaga memori budaya sekaligus sumber inspirasi bagi lahirnya regenerasi seniman di masa depan.
Turut hadir mendampingi Menbud dalam kegiatan ini yakni Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Diplomasi Kebudayaan dan Hubungan Internasional, Nissa Rengganis; Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; Direktur Sarana dan Prasarana Kebudayaan, Feri Arlius; dan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah, Nahar Cahyandaru.
Hadir pula sejumlah tamu undangan di antaranya Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat; Anggota DPR RI, Siti Mukarohmah dan Yanuar Arif Wibowo; Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti; Wakil Ketua DPRD Kabupaten Banyumas, Imam Ahfas; Pembina Yayasan Lengger Bicara sekaligus inisiator utama gerakan Banyumas Lengger Bicara, Andi F. Noya; jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kabupaten Banyumas; serta sejumlah seniman dan budayawan.
Menteri Kebudayaan berharap, “Pertunjukan Lengger Banyumas dapat terus menjadi ruang dialog budaya yang mempererat persaudaraan, memperkuat identitas daerah, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan kebudayaan Indonesia,” pungkas Menbud Fadli Zon.
(lam)