LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan inovasi dan pendekatan teknologi memiliki andil dalam membangkitkan industri pariwisata.
Menurut Sandiaga, inovasi dan penggunaan teknologi bisa mendorong industri pariwisata khususnya perhotelan untuk segera bangkit dari keterpurukan.
"Pendekatan teknologi sangat membantu industri pariwisata di tengah dampak pandemi yang sangat memukul industri ini, terutama pada sektor perhotelan dengan okupansi yang menurun secara drastis," kata Menparekraf, Kamis (21/10).
Baca juga:
Wisata Pesona Garda di Pringapus, Tawarkan Serunya River TubingSandiaga terus mendorong agar industri pariwisata harus bergerak kembali melalui protokol Cleanliness, Health , Safety, dan Environment (CHSE). Jika tidak ditopang dengan hal tersebut, industri pariwisata akan susah untuk begerak.
Meski demikian, Sandiaga optimis pemulihan pariwisata yang terus membaik, seiring dengan angka vaksinasi yang juga terus meningkat. Perubahan baik ini bisa didukung melalui adaptasi teknologi hingga sinergi antarpihak.
"Kunci utama bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif agar dapat bertahan di tengah pandemi adalah memiliki kemampuan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi yang baik dalam memanfaatkan teknologi," kata dia.
Selain itu, tegasnya, integrasi antara sektor pariwisata dan sektor kesehatan juga menjadi elemen yang tak terpisahkan dari upaya pemulihan ini.
Menparekraf memaparkan, pandemi membawa sejumlah perubahan dalam perilaku wisatawan yang turut dirasakan oleh para pelaku industri pariwisata Indonesia.
Baca juga:
Libur Maulid Nabi, Pengunjung TMII Capai 6.932 WisatawanBeberapa di antaranya adalah preferensi perjalanan domestik, integrasi layanan pariwisata dan kesehatan berbasis digital, dan staycation dengan pengalaman akomodasi yang unik semakin menjadi tren.
Selain itu, para wisatawan semakin sadar akan beberapa aspek yang sebelumnya belum menjadi perhatian sebelum pandemi, sehingga, adaptasi secara cepat terhadap perubahan dan percepatan digitalisasi pariwisata pun menjadi kunci dalam menghadapi perubahan tersebut.
(sof)