LANGIT7.ID - Ulama dan santri tidak bisa lepas dari kemerdekaan Indonesia. Mereka bahu-membahu melawan penjajahan di Tanah Air, baik secara secara fisik maupun perang pemikiran. Para ulama menjadikan pesantren tak sekadar tempat belajar ilmu agama, namun juga menjadi wadah kaderisasi para pejuang.
22 Oktober tak hanya jadi Peringatan Hari Santri Nasional melalui Keppres No.22/2015. Namun tanggal itu menyimpan sejarah yang menunjukkan perjuangan ulama dan santri mempertahankan kemerdekaan.
22 Oktober merujuk pada Resolusi jihad yang dikeluarkan KH Hasyim Asy’ari, yang kala itu tak hanya sekadar Rais Am Nahdlatul Ulama (NU) tapi juga sebagai Ketua Majelis Syuro Masyumi. Masyumi merupakan tempat organisasi Islam berkumpul.
Peran santri menjaga kemerdekaan terus berlanjut sampai hari ini. Setidaknya ada beberapa santri yang berhasil menjadi menteri di kabinet Indonesia Maju yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo. Hal ini menunjukkan, santri juga bisa menjadi orang penting di republik ini.
1. Wapres KH Ma’ruf AminSiapa yang tak kenal KH Ma’ruf Amin. Nama beliau sudah santer di kalangan masyarakat Indonesia. Beliau merupakan alumni dari pesantren legendaris PP Tebuireng di Jombang, Jawa Timur. Ia lulus dari pesantren yang didirikan KH Hasyim Asy’ari itu pada 1961.
KH Ma’ruf Amin tak hanya seorang ulama yang sangat dihormati di Tanah Air, ia juga santri tulen yang yang sudah nyantri dari kecil hingga mendapatkan amanah menjadi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar NU ke-33 di Jombang pada 2015. Pada 2019 lalu, KH Ma’ruf Amin dipercaya sebagai Wakil Presiden mendampingi Presiden Joko Widodo.
2. Mahfud MDTidak banyak yang tahu jika Menteri Menko Polhukam Mahfud MD ternyata seorang santri NU tulen dari Madura. Ia pernah nyantri di Pondok Pesantren al-Mardhiyyah, Waru, Pamekasan Madura. Ia juga tercatat sebagai santri di sejumlah pesantren lain di Jawa Timur dan Yogyakarta.
Politikus ulung itu juga dikenal sebagai seorang mubaligh dan dekat dengan almarhum Gus Dur, Presiden Keempat RI sekaligus ulama legendaris dari NU.
3. Yaqut Cholil QoumasYaqut C. Qoumas kini menjabat sebagai Menteri Agama. Ia pernah mondok di Pondok Pesantren Leteh, Rembang Jawa Tengah. Ia lahir dan besar di lingkungan pesantren dan keluarganya merupakan pengasuh pondok pesantren.
Ketua Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) ini merupakan putra ulama terkenal dan pendiri PKB, Almarhum KH Muhammad Cholil Bisri, kakaknya adalah Gus Yahya Staquf, ulama sekaligus Katim Aam PBNU sedangkan pamannya adalah Gus Mus, ulama dari NU yang sangat disegani.
4. Muhadjir EffendyMuhadjir Effendy merupakan santri dari kalangan Muhammadiyah. Ia kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Muhadjir Effendy bukan sekadar santri biasa. Ia membawahi ratusan ribu bahkan jutaan santri dan pondok pesantren di bawah naungan Pengurus Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah). Apalagi, dia menjadi Ketua Bidang Pendidikan di Muhammadiyah. Muhadjir juga menjadi sosok penting di balik Universitas Muhammadiyah Malang UMM).
5. Abdul Halim IskandarAbdul Halim Iskandar menjabat sebagai Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Ia tak sekadar seorang santri tapi juga mengelola pesantren. Ia menghabiskan masa kecil di Pesantren Manbaul Maarif Denanyar, Jombang. Pesantren itu merupakan salah satu pesantren terbesar di Indonesia yang didirikan pada 1917 M.
Abdul Halim Iskandar merupakan cicit dari KH Bisri Syansuri, seorang ulama yang disegani dan banyak melahirkan pejuang kemerdekaan Indonesia. KH Bisri juga merupakan salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) bersama KH Hasyim Asy’ari pada 1926.
6. Ida FauziyahTernyata ada juga santriwati yang menjabat sebagai menteri. Dia adalah Ida Fauziyah yang kini menjabat sebagai Menteri Ketenagakerjaan (Menaker). Ia merupakan santriwati dan aktivis di NU. Ia merupakan alumni Pesantren Tambak Beras, Jombang dan lulus pada 1989. Di samping itu, ia memimpin jamaah ibu-ibu Fatayat. Nah, itulah deretan santri yang kini menjadi menteri membantu Presiden Joko Widodo menggerakkan roda pemerintahan.
(jqf)