Langit7, Malang - Usaha tidak akan mengkhianati hasil. Itulah pepatah yang tepat dengan yang dialami oleh Yusuf Rizki Arham.
Pasalnya, perjuangan muslim asal Solo ini untuk meraih kesuksesan terbilang penuh tantangan. Ia merintis usahanya sejak 2014, di mana pemasaran
online belum
booming seperti saat ini.
Saat merintis usahanya itu, belum terdapat jasa kurir yang seperti saat ini banyak digunakan. Sehingga, Yusuf melakukan proses antar-jemput barangnya sendiri.
Bahkan, tidak jarang sistem COD (
cash on delivery) yang dilakukannya, dibatalkan secara sepihak oleh pembeli. Belum lagi komplain pembeli dari kualitas produk clothingannya RS31, yang dinilai tidak memenuhi standard.
"Dari situ saya belajar, bahwa produk RS31 harus betul-betul kuat. Jadi kendala dilapangan bisa diminimalisir," ujarnya dikanal Youtube PecahTelur.
Baca juga: Jokowi Dorong MES Jadi Lokomotif Pengembangan Ekonomi SyariahNamun, berkat perjuangan dan kegigihannya yang tak kenal lelah, usaha Yusuf kian berkembang baik seiring perkembangan dunia online. Ia mengaku cukup terbantu dalam pemasaran dan sistem penjualan, sekaligus meningkatkan kualitas produknya.
Pola pikir dan mental pebisnis Yusuf juga semakin kuat seiring perkembangan usahanya. Ia bertekad melalui RS31 dapat akan menciptakan lapangan kerja bagi banyak orang.
Selain itu, dari berbagai tantangan dalam mengembangkan usahanya itu, Yusuf juga mengaku semakin mendekatkan dirinya dengan Sang Khalik.
"Tadinya saya belajar bisnis, sekarang justru banyak belajar agama, seperti ikut kajian dan lainnya. Ternyata itu justru memberikan kebaikan kepada saya," jelasnya.
Setelah banyak belajar soal agama, Yusuf mengakui ada banyak hal yang mengubah kebaikan dalam hidup dan usahanya. Di antaranya, konveksi yang bekerja sama dengannya lebih amanah, mendapatkan kepercayaan konsumen, dan kepuasan dalam bisnis serta tim yang mau berjuang bersama.
"Justru selama pandemi ini kita mendapatkan peningkatan omzet yang luar biasa, dan naik dua kali lipat. Masya Allah sekali, ini di luar rencana kita dan kayaknya potensinya bisa lebih tinggi lagi," katanya.
Baca juga: Erick Tohir Sebut Santri sebagai Motor Ekonomi Syariah
Ia meyakini, selain dari usaha dan jerih payahnya, kesuksesan usahanya ini berkat izin dari Yang Maha Kuasa.
Kini, RS31 bisa menerima hingga 250 pesanan
clothingan setiap harinya. Bahkan, pada momen tertentu, Yusuf menyebutkan bisa menerima hingga 600 pesanan.
"Di pandemi ini kita juga mengembangkan RS31 untuk produk
non clothing, yaitu
skincare sepeda motor. Kita kembangkan sejak Desember 2020, sehingga hasil atau omzet dari yang non clothing bisa untuk mensubsidi dan peningkatan kita untuk ngiklan di segala tempat, termasuk YouTube, Facebook, dan Instagram," jelasnya.
Adapun berbagai produk skincare sepeda motor tersebut, yakni pembersih mesin, pengkilap body, pembersih jamur, dan lainnya. Yusuf menyebutkan, omnichannel atau menjamah seluruh marketplace yang ada menjadi strategi pemasaran online yang dilakukannya.
"Saat ini saya mampu merekrut beberapa karyawan, dan reseller yang bergabung di RS31," jelasnya.
Baca juga: Masjid Bisa Jadi Fondasi Pengembangan Pusat Halal IndonesiaYusuf menambahkan, landasan dasar setiap aktivitas, termasuk menjalankan usaha ialah dengan mengedepankan agama. Menurutnya, mengembangkan bisnis akan lebih mudah dengan ilmu agama.
"Ada tiga hal agar bisnis bisa berkembangan, yaitu modalnya harus halal, sistem juga harus halal, kemudian produk juga harus halal. Produk halal itu bagaimana produk yang bukan menjiplak, bukan KW. Kemudian sistem yang halal itu jangan sampai menipu atau membohongi," katanya.
Sementara untuk modal halal, lanjut Yusuf, merupakan modal yang didapatkan bukan dari sistem ribawi atau pun sistem modal yang dilarang dalam agama. Dengan memperhatikan hal itu, Yusuf meyakini pengusaha dapat mengembangkan apa yang dijalankannya dengan mudah.
(zul)