LANGIT7.ID-, NTT - Pemerintah Provinsi
Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menetapkan
Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi selama 14 hari, terhitung mulai 15 sampai 28 Agustus 2026.
Keputusan tersebut dituangkan dalam Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 305/KEP/HK/2026 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena (Melki Laka Lena) mengatakan, status tersebut ditetapkan mengingat dampak gempa bumi cukup besar.
"Keputusan ini kita ambil menyusul gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus. Dampaknya cukup besar. Ada saudara-saudara kita yang menjadi korban, ada yang mengalami luka-luka, rumah dan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan, dan aktivitas masyarakat juga terganggu," Melki dalam pernyataannya melalui akun media sosial
@melkilakalena.official, Minggu (16/8/2026).
Baca juga: Update Korban Gempa M7 NTT: 51 Tewas, 64 Luka BeratDengan status tanggap darurat ini, lanjutnya, semua pihak ingin memastikan bahwa semua sumber daya bisa segera dikerahkan dan seluruh pihak dapat bergerak lebih cepat dan terkoordinasi.
![Pemprov NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Selama 14 Hari]()
Baik Pemerintah Provinsi NTT maupun pemerintah kabupaten, pemerintah pusat, TNI-Polri, Basarnas, BPBD, tenaga kesehatan, dunia usaha, relawan, dan seluruh elemen masyarakat akan terus bekerja bersama.
"Prioritas kita sangat jelas: keselamatan masyarakat. Kita fokus pada pencarian dan evakuasi korban, pelayanan kesehatan, pemenuhan kebutuhan dasar, tempat pengungsian, serta pemulihan akses transportasi dan infrastruktur yang terdampak," tegasnya.
Untuk pembiayaan penanganan tanggap darurat, pemerintah juga sudah memastikan dukungan melalui APBD Provinsi NTT dan sumber pembiayaan lain yang sah dan tidak mengikat.
"Saya ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat Flores dan NTT yang terdampak: jangan merasa sendiri. Pemerintah hadir dan kita akan terus bersama-sama melewati masa sulit ini," tambahnya.
Baca juga: Atasi Kendala Akses Gempa NTT, BNPB Siagakan Armada Udara untuk Distribusi BantuanDi tengah kondisi seperti ini, Melki juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang, saling membantu, dan mengikuti informasi resmi dari pemerintah, BPBD, BMKG, TNI-Polri, Basarnas, serta instansi terkait.
"Dalam situasi seperti ini, yang paling penting adalah kita bersatu, saling menjaga, dan bergerak bersama. Mari kita kuatkan gotong royong. NTT kuat karena kita Bersama," tutupnya.
(lsi)