Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengirim bantuan pangan berupa 2,2 ton masakan rendang, untuk masyarakat terdampak bencana gempa bumi dan tsunami di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pemerintah perlu mengantisipasi munculnya masalah kesehatan di lokasi pengungsian, seperti ISPA, dehidrasi, gangguan gizi, serta penyakit yang berpotensi muncul akibat keterbatasan air bersih, sanitasi dan tempat tinggal yang layak.
Prajurit TNI AL menembus medan ekstrem menuju Kampung Nara, Flores, untuk membantu warga terdampak gempa. Aksi Lanal Labuan Bajo ini dilakukan setelah mengetahui kondisi warga yang masih kekurangan bantuan pascabencana.
Gempa NTT berdampak pada mahasiswa UB. Universitas Brawijaya memverifikasi puluhan mahasiswa terdampak, termasuk kondisi keluarga, finansial, psikologis, tempat tinggal, hingga kebutuhan bantuan.
TNI AL kirim sekitar 50 ton bantuan untuk korban gempa NTT menggunakan KRI Teluk Parigi-539. Logistik berisi makanan, air, obat-obatan, perlengkapan bayi hingga kebutuhan pengungsian.
KRI dr. Soeharso-990 dikerahkan sebagai rumah sakit darurat di NTT untuk menangani korban bencana. TNI AL memberikan layanan medis, obat-obatan hingga suplai oksigen bagi warga terdampak.
UB kirim bantuan medis dan tim respons bencana ke NTT! Ambulans, kendaraan 4x4, obat-obatan hingga logistik dikerahkan untuk membantu layanan kesehatan korban gempa.
Sejumlah negara dikabarkan telah menawarkan bantuan untuk mengatasi dampak gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun Istana memastikan bahwa pemerintah optimis dapat menanggulangi sendiri.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa berkunjung ke lokasi gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meninjau langsung kondisi masyarakat dan fasilitas terdampak gempa di sana pada Rabu (19/8/2026).
Update informasi pascagempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT) Sabtu, 15 Agustus 2026. Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), total korban tewas kini menjadi 71 orang.