LANGIT7.ID-Jakarta; 28 Agustus 2026 akan menjadi peringatan 15 tahun salah satu hari terburuk dalam sejarah Arsenal: kekalahan memalukan 8-2 di Old Trafford. Itu merupakan kekalahan terburuk Arsenal dalam lebih dari 80 tahun, namun ironisnya, kekalahan brutal itulah yang justru menjadi pijakan bagi kebangkitan Arsenal saat ini.
Kekalahan itu terasa menyakitkan dalam banyak hal. Pertama, skor yang telak tersebut menandakan bahwa masa-masa kami bersaing dengan Manchester United, yang memulai musim itu sebagai juara bertahan, sudah berakhir untuk sementara waktu. Skuad United yang dipenuhi pemain senior saat itu diperkuat para bintang seperti Wayne Rooney, yang mencetak hat-trick pada pertandingan tersebut.
Masa kini dan masa depan tampak cerah bagi United, tetapi justru sebaliknya bagi Arsenal. Klub baru saja melewati musim panas di mana mereka menjual dua pemain terbaiknya, Samir Nasri dan Cesc Fabregas. Satu-satunya hal yang lebih menghancurkan daripada kehilangan keduanya di musim panas yang sama adalah kenyataan bahwa Arsenal tidak menunjukkan niat sama sekali untuk mengganti mereka dengan pemain sekaliber serupa.
Musim dibuka dengan hasil imbang melawan Newcastle dan kekalahan dari Liverpool. Lalu puncak keterpurukan terjadi saat melawan United. Meskipun Arsenal kekurangan pemain inti pada hari itu, sudah jelas bahwa tim yang ada saat itu masih sangat jauh dari persaingan untuk empat besar.
Kekalahan yang memaksa Arsenal bergerakFinis di empat besar tidak mendatangkan trofi, tetapi memberikan tiket kualifikasi Liga Champions dan pendapatan puluhan juta yang sangat dibutuhkan. Jika Arsenal saat itu berada di luar empat besar, masa depan akan semakin suram.
Sesuatu harus dilakukan, dan klub pun terjun ke bursa transfer. Arsenal mendatangkan lima pemain berbeda:
· Park Chu-Young (penyerang Monaco)
· Andre Santos (bek sayap Fenerbahçe)
· Yossi Benayoun (gelandang Chelsea - pinjaman)
· Per Mertesacker (bek Werder Bremen)
· Mikel Arteta (gelandang Everton)
Tiga nama pertama hanya memberi dampak minimal bagi tim, tetapi dua nama terakhir menjadi legenda klub.
Arteta telah menjadi pemain luar biasa selama bertahun-tahun, dan ia langsung menstabilkan lini tengah Arsenal. Mertesacker kemudian membentuk duet yang solid dengan Laurent Koscielny. Keduanya menjadi pemimpin ruang ganti yang sangat dihormati dan memakai ban kapten Arsenal selama beberapa tahun berikutnya.
Mereka menjadi kunci kebangkitan Arsenal yang membuat klub memenangkan tiga Piala FA dan cukup sering lolos ke Liga Champions sehingga membantu Arsenal melunasi utang akibat pindah ke Emirates. Bahkan ketika kedua pemain mulai menua, jelas bahwa mereka memberi lebih dari sekadar kemampuan sepak bola bagi Arsenal.
Ada desas-desus di balik layar tentang kecerdasan taktik Arteta yang luar biasa, dan bahkan saat itu, banyak penggemar sudah melihat bakat calon manajer Arsenal pada diri pemain Spanyol tersebut. Hal yang sama juga berlaku untuk Mertesacker, yang kepemimpinannya tidak diragukan lagi. Ia adalah salah satu dari sedikit pemain Arsenal yang berani menegur bintang Mesut Ozil karena tidak memberikan usaha maksimal atau menunjukkan bahasa tubuh yang buruk.
Pengaruh Arteta dan Mertesacker masih terasaSetelah mereka meninggalkan klub, terlihat jelas adanya kekosongan kepemimpinan di lapangan bagi Arsenal.
Arteta pensiun dan mengambil peran sebagai asisten Pep Guardiola di Man City, sementara Mertesacker bertahan di balik layar untuk menangani tim muda Arsenal. Ia memainkan peran penting dalam mempersiapkan Bukayo Saka, Myles Lewis-Skelly, Ethan Nwaneri, dan Max Dowman untuk bermain di Liga Inggris. Mereka semua berasal dari akademi di bawah pengawasannya. Meskipun kini sudah meninggalkan klub, jejak Mertesacker akan terus terasa selama bertahun-tahun mendatang.
Arteta terkenal masuk sebagai pemain pengganti menggantikan Freddie Ljungberg saat masih aktif bermain, dan bertahun-tahun kemudian ia kembali menggantikannya ketika mengambil alih sebagai manajer Arsenal di titik krisis lain bagi klub.
Sejak hari pertama, Arteta berbicara tentang 'hal-hal yang tidak bisa ditawar'. Ia telah mengubah Arsenal dari tim yang pernah disebut 'lembek' menjadi salah satu tim dengan ujian fisik dan mental terberat di Inggris.
Yang lebih penting lagi, ia telah mengubah Arsenal menjadi juara bertahan liga.
Perjalanan ini panjang, dan ada hari-hari yang sangat berat di tengah jalan. Tetapi hari ini, masa depan Arsenal seterang yang pernah ada. Sungguh luar biasa memikirkan bahwa semua ini mungkin tidak akan pernah terjadi jika bukan karena hari yang sangat kelam 15 tahun lalu itu.(*/saf/justarsenal)
(lam)