LANGIT7.ID-Manchester; Manchester United telah mengambil keputusan untuk tidak memecahkan rekor transfer Rp1,95 triliun (£100 juta) pada tahun 2027, menyusul posisi mereka sebagai satu-satunya klub "Big Six" yang belum pernah melakukan pembelian semahal itu, menurut sumber terpercaya.
Empat rival United di jajaran Big Six menghabiskan Rp1,95 triliun atau lebih untuk satu pemain bintang selama bursa transfer musim panas. Manchester City menyamai rekor transfer Inggris dengan mendatangkan Enzo Fernandez dari Chelsea seharga Rp2,43 triliun (£125 juta), sekaligus merekrut Elliot Anderson dengan banderol Rp2,26 triliun (£116 juta) setelah United menilai sang pemain terlalu mahal.
Chelsea mengalahkan Arsenal dalam perburuan Morgan Rogers dengan membayar Rp2,28 triliun (£117 juta), sementara Tottenham Hotspur memecahkan rekor transfer mereka dua kali: pertama Rp1,65 triliun (£85 juta) untuk Mateus Fernandes yang juga incaran United, lalu Rp1,95 triliun (£100 juta) untuk Sandro Tonali.
Sementara itu, Liverpool membayar Paris Saint-Germain Rp2,39 triliun (£123 juta) untuk Bradley Barcola, menjadikan pemain sayap itu sebagai pembelian termahal kedua sepanjang sejarah klub.
United sendiri menghabiskan Rp1,36 triliun (£70 juta) untuk Carlos Baleva, yang menjadi pembelian terbesar mereka di musim panas. Setelah gagal mendapatkan Anderson dan Fernandes, mereka membayar total Rp1,65 triliun (£85 juta) untuk Andrey Santos dan Youri Tielemans.
Rekor transfer United masih dipegang oleh pembelian Paul Pogba 10 tahun lalu senilai Rp1,73 triliun (£89 juta), dan kecil kemungkinan klub akan menembus angka Rp1,95 triliun selama Sir Jim Ratcliffe dan keluarga Glazer masih memegang kendali.
Jurnalis andalan United, Laurie Whitwell, menulis di The Athletic: "Setelah musim panas ini, United adalah satu-satunya klub di Big Six tradisional yang belum melewati angka Rp1,95 triliun untuk satu pemain. Di bawah kendali Ratcliffe bersama keluarga Glazer, ada keraguan apakah mereka akan mengeluarkan biaya sebesar itu dalam beberapa tahun ke depan."
"Namun, ada teori bahwa mendatangkan beberapa pemain dengan harga lebih murah daripada satu pemain bintang akan memberi dampak lebih besar bagi skuad."
"United merasa pendekatan hemat ini diperlukan mengingat kondisi keuangan setelah dua tahun tanpa pendapatan Liga Champions, kegagalan rekrutmen yang mahal, dan utang jangka panjang keluarga Glazer."
"Pada akhir 2025, United telah menarik Rp5,65 triliun (£290 juta) dari fasilitas kredit bergulir mereka, tingkat pinjaman jangka pendek tertinggi yang pernah mereka catat."
"Tim ini mendapatkan tiga gelandang dengan total biaya hampir Rp1,75 triliun lebih murah daripada yang dibayar Manchester City untuk dua pemain — Anderson dan Enzo Fernandez — dan staf percaya masing-masing dari mereka memiliki kapasitas untuk meningkatkan performa tim."
United tampaknya akan terus mencari peluang di pasar, di mana ada pemain dengan harga menarik dan juga bersedia pindah ke Old Trafford daripada ke klub peminat lainnya.
Mungkin United mencoba meniru model transfer klub seperti Brentford dan Brighton dengan merebut pemain muda berbakat sebelum mereka bergabung dengan klub besar dan menjadi terlalu mahal.
Kabar ini berarti United tidak akan menghabiskan Rp1,95 triliun atau lebih untuk pemain sayap kiri baru tahun depan, andai kembalinya Marcus Rashford terbukti mengecewakan.
Man Utd Incar Nilai Terbaik di Pasar TransferBek kiri Newcastle, Lewis Hall (21 tahun), sudah menjadi target utama United untuk musim panas 2027. Namun, Setan Merah tampaknya tidak akan memaksakan diri hingga Rp1,95 triliun jika Newcastle mematok harga setinggi itu.
Laporan sebelumnya menyebut Hall kemungkinan akan dihargai sekitar Rp1,17-1,36 triliun (£60-70 juta). Pemain asal Inggris itu termasuk dalam dua rekrutan yang sudah direncanakan United untuk tahun 2027.
United berniat membuka kembali negosiasi untuk Hall meskipun Newcastle sedang merencanakan kontrak baru untuknya. Hall sendiri terbuka untuk bergabung dengan United, yang meningkatkan peluang mereka mendatangkannya.
Namun, kegagalan INEOS mendatangkan bek kiri secara pinjaman bisa berakibat fatal musim ini. Bahkan, direktur sepak bola Jason Wilcox dikabarkan sudah menghadapi tuntutan pemecatan.(*/saf/teamtalk)
(lam)