LANGIT7.ID-, Jakarta - - Video okum
muthawif atau pembimbing jamaah umrah yang mengeluhkan kondisi
jamaah lanjut usia (lansia) di Tanah Suci viral di media sosial. Pernyataan dalam video tersebut menuai kritik karena dinilai menghakimi jamaah yang baru menjalankan
ibadah umrah ketika sudah berusia lanjut.
Dalam video yang beredar di platform
Threads, muthawif tersebut terlihat berada di dalam lift bersama sejumlah jamaah. Ia diduga tengah mendampingi jamaah asal Komering, Sumatera Selatan.
Baca juga: Kembangkan Wisata Religi di Indonesia, Menparekraf Harapkan Peran MuthawifDalam rekaman itu, sang
muthawif menyoroti kondisi fisik
jamaah lansia yang menurutnya mudah lelah dan membutuhkan kursi roda untuk beraktivitas.
Ia kemudian menyarankan agar masyarakat tidak menunggu usia tua untuk menjalankan
ibadah umrah.
"Kalau bisa jangan umrah pas tua. Ini harus kursi, dikit-dikit kursi. Itu udah duit. Enggak ada yang gratis di sini. Ini nasihat bagi yang mau umrah. Jangan nunggu tua baru mau umrah," ujar muthawif tersebut dalam video.
Ia juga menyinggung kebiasaan sebagian masyarakat yang lebih dahulu mengumpulkan harta, seperti membeli rumah dan mobil, sebelum menunaikan umrah ketika sudah lanjut usia.
"Bagi orang Komering ini, tua numpuk dulu harta, beli rumah, beli mobil, umrahnya sudah tua. Giliran nyampai di sini dikit-dikit pingsan, dikit-dikit sakit," katanya.
Pernyataan tersebut kemudian menjadi sorotan setelah video tersebar luas di media sosial. Sejumlah warganet menilai ucapan muthawif tersebut tidak sepatutnya disampaikan khususnya pada jamaah lansia.
Baca juga: Kriteria Jamaah Lansia dan Disabilitas yang DisafariwukufkanSalah satu warganet mengkritik pernyataan tersebut karena dianggap menghakimi orang yang baru dapat menjalankan ibadah haji atau umrah ketika sudah berusia
lanjut."Subhanallah serem banget kalimatnya menghakimi orang lain yang sudah berumur baru pergi haji/umrah dikarenakan waktu dulu menumpuk harta.
Alhamdulillah bukan muthowif saya, apalagi kalau orang tua saya yang dihakimi sambil divideoin. Gimana kalau ternyata yang dihakimi sakit hati apalagi di tanah suci.
Istighfar," tulis seorang warganet.
Warganet lainnya juga berharap penyelenggara perjalanan ibadah umrah dapat memperhatikan pembimbing yang mendampingi jamaah.
"Semoga
owner-owner travel terhindar dari muthowif gini. Enggak kebayang perasaan jamaahnya yang ada di situ," tulis warganet tersebut.
Hingga informasi ini ditulis, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai identitas muthawif dalam video maupun tanggapan dari pihak biro perjalanan yang diduga memberangkatkan jamaah tersebut.
(est)