LANGIT7.ID-, Jakarta - - Sebuah inisiatif yang bersifat simbolis namun bermakna besar muncul di Dubai.
Putra Mahkota Dubai, Sheikh Hamdan Bin Mohammed Bin Rashid Al Maktoum telah mengumumkan dan menginstruksikan Otoritas Pengembangan Masyarakat untuk mengganti sebutan "
Ibu Rumah Tangga" (Housewife) menjadi "
Pembentuk Generasi" (Generation Shaper).
Pengumuman tersebut disampaikan pada perayaan Hari Ibu, beberapa waktu lalu.
Pergantian sebutan ini bertujuan untuk mengakui peran mendalam yang sering kali kurang dihargai, dari para ibu dalam membentuk keluarga, komunitas, dan tatanan masyarakat yang lebih luas.
Dengan memperkenalkan istilah "
Pembentuk Generasi" (Generation Shaper), inisiatif ini mengubah cara pandang terhadap peran ibu: dari sekadar peran domestik yang pasif menjadi kontribusi aktif dalam pembangunan bangsa.
Dalam pesan yang dibagikan di platform media sosial X, Syekh Hamdan menyoroti pengaruh fundamental para ibu, dengan menyebut mereka sebagai "sekolah pertama" tempat anak-anak mempelajari nilai-nilai penting seperti rasa memiliki, tanggung jawab, dan jati diri. Beliau menekankan bahwa pembelajaran awal ini berperan krusial dalam membangun masyarakat yang kuat dan harmonis.
Arahan untuk mengadopsi sebutan baru ini mencerminkan visi yang lebih luas di Uni Emirat Arab untuk mengangkat peran sosial yang berkontribusi pada pembangunan nasional jangka panjang.
Hal ini juga sejalan dengan upaya berkelanjutan untuk mempererat keutuhan keluarga, menjaga stabilitas sosial, serta memberikan pengakuan atas kontribusi tak berbayar di dalam rumah tangga.
Bukan hanya bersifat simbolis, perubahan istilah ini memiliki makna budaya dan sosial yang mendalam. Hal ini mengakui bahwa para ibu yang mendedikasikan waktunya untuk membesarkan anak-anak sesungguhnya sedang membentuk generasi masa depan yakni memberikan dampak terhadap pendidikan, nilai-nilai, dan ketahanan masyarakat dengan pengaruh yang melampaui lingkup rumah tangga.
Baca juga: Kontras Ramadhan di Dubai vs Jakarta, Antara Ibadah Sat-Set dan Kehangatan TradisiSheikh Hamdan menutup pesannya dengan memberikan penghormatan kepada para ibu, seraya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi: "Kalian adalah fondasi dari segala kebaikan."
Inisiatif ini dipandang luas sebagai bentuk penghormatan dan pengakuan, yang mempertegas pentingnya peran ibu baik dalam kehidupan pribadi maupun diskursus publik.
Perubahan ini diharapkan akan tercermin dalam komunikasi resmi dan program-program sosial di bawah naungan Otoritas Pengembangan Masyarakat (Community Development Authority), sekaligus menetapkan preseden mengenai bagaimana peran pengasuhan didefinisikan dan dihargai di UEA. (*/lsi/gulftoday)
Baca juga: Masjid-Masjid Inggris Buka Pintu untuk Publik, Warga Bisa Tanya Langsung soal Islam(lsi)