LANGIT7.ID-Shanghai; Unggulan teratas Alexander Zverev bersusah payah melewati dua tie-break untuk mengalahkan Alexander Bublik 7-6 (8/6), 4-6, 7-6 (7/1) di Shanghai Masters pada Selasa. Ia meraih kemenangan pertamanya sejak dipastikan menjadi peringkat satu dunia akhir tahun setelah terbantu faktor Carlos Alcaraz kalah dari Zizou Bergs.
Petenis Jerman berusia 29 tahun itu akan menghadapi Alex de Minaur di perempat final.
"Pertandingan yang sangat sulit," kata Zverev.
"Saya mengalami beberapa masalah fisik jadi, Anda tahu, saya mungkin lebih lambat," ujarnya kepada penonton.
"Pergelangan kaki saya sayangnya bermasalah lagi," jelas Zverev dalam wawancara di lapangan, tanpa memberikan rincian.
"Saya mulai lebih merasakan tubuh saya, tapi senang bisa melewatinya."
Zverev, yang saat ini merupakan peringkat dua dunia, dipastikan meraih posisi peringkat satu akhir tahun setelah peringkat ketiga Carlos Alcaraz kalah dari Zizou Bergs di Shanghai pada Senin.
Pada Selasa, Zverev menyebut kehormatan itu "istimewa", mengatakan rasanya berbeda dari memenangkan turnamen, dan menambahkan bahwa ia "menantikan" tanggung jawab menyandang status tersebut.
Kedua pemain tidak bisa menciptakan banyak masalah bagi lawannya di set pertama saat mereka saling bertukar ace untuk mempertahankan servis.
Namun Zverev berada di bawah tekanan ketika ia harus menyelamatkan set point sebelum masuk ke tie-break.
Ia tetap tenang saat Bublik menyia-nyiakan tiga set point berturut-turut, merebut set pertama dengan forehand yang kuat di depan net.
Momentum itu terhenti ketika Bublik mematahkan servis petenis Jerman itu di gim kelima set kedua. Meskipun ada beberapa backhand krusial, Zverev yang tampak murung tidak mampu menghindari keharusan bermain di set ketiga yang menentukan.
Kedua pemain segera mendapati diri mereka menghadapi tie-break lagi, tetapi kali ini Zverev melesat ke keunggulan 6-1 dan menutup pertandingan dengan ace.
Gea Melaju
Sebelumnya, Arthur Gea yang berada di peringkat 56 tampil meyakinkan untuk mengalahkan Jakub Mensik 7-6 (7/4), 6-4 dalam pertemuan babak keempat mereka.
Mensik, yang berada di peringkat 15, terjatuh saat berusaha mengonversi break point krusial di menit-menit akhir set kedua, tetapi Gea melewati lawannya dengan backhand silang dan menang pada match point pertamanya.
"Saya menikmati cara saya bermain. Saya merasa terus berkembang setiap saat," kata Gea, pemain dengan peringkat terendah yang tersisa di undian.
Ditanya apakah ia mungkin mengulang "keajaiban" tahun lalu ketika Valentin Vacherot merebut gelar sebagai peringkat 204 dunia, Gea mengatakan ia akan "melihat apa yang terjadi".
"Saya tidak berpikir itu keajaiban ketika Anda bekerja keras setiap hari, tapi saya berharap bisa melakukan hal yang sama," ujarnya.
Dua hari sebelumnya, petenis Prancis berusia 21 tahun itu mengalahkan finalis US Open Ben Shelton, unggulan ketiga, 7-6 (7/5), 7-6 (7/3) di babak ketiga untuk kemenangan terbesar dalam kariernya.(*/saf/france24)
(lam)