Pembalap Aprilia, Jorge Martin, mengakui peluangnya mempertahankan gelar juara dunia MotoGP 2026 semakin menipis setelah cedera pergelangan tangan membuatnya gagal menyelesaikan Grand Prix Malaysia. Martin sempat mencoba kembali membalap di Sirkuit Sepang, hanya beberapa hari setelah mengalami retak pergelangan tangan akibat kecelakaan pada Sprint GP Australia.
Namun, pembalap asal Spanyol itu akhirnya mundur sebelum sesi kualifikasi karena kondisinya belum memungkinkan untuk tampil kompetitif. Situasi tersebut semakin menyulitkan Martin setelah Marc Marquez memenangi GP Malaysia.
Kemenangan itu membuat Marquez memperlebar keunggulan menjadi 44 poin, sementara masih ada 74 poin yang dapat diperebutkan dalam dua seri berikutnya setelah Qatar. Martin mengakui peluangnya meraih gelar kemungkinan sudah hilang. Meski demikian, ia menegaskan tetap akan berjuang hingga akhir demi tim dan orang-orang yang mendukungnya.
Sebelum cedera Martin, salah satu isu yang menjadi pembicaraan di paddock MotoGP adalah kemungkinan Aprilia menerapkan team order untuk membantu pembalap andalannya dalam perebutan gelar. Dua pembalap Trackhouse, Raul Fernandez dan Ai Ogura, beberapa kali mengambil poin dari Martin dan Marco Bezzecchi yang memperkuat tim pabrikan Aprilia.
Meski Aprilia menekankan pentingnya kerja sama di antara keempat pembalapnya, instruksi untuk mengatur posisi selama balapan tidak pernah terlihat. Salah satu momen yang kemudian menjadi sorotan terjadi pada GP Indonesia. Saat itu, Raul Fernandez berada di depan Martin.
Aprilia sebenarnya dapat meminta Fernandez memberi jalan agar Martin naik dari posisi ketiga ke posisi kedua dan memperoleh tambahan empat poin. Jurnalis Spanyol, Mela Chercoles, mengungkapkan bahwa keputusan Aprilia tersebut membuat seseorang dari lingkaran Marc Marquez merasa heran.
“Seorang dari lingkaran dalam Marc Marquez mengaku kepada saya bahwa mereka heran, di Indonesia, Raul Fernandez tidak diberi sinyal yang memungkinkan Martin naik dari posisi ketiga ke kedua,” ujarnya dalam program Hospitality Motociclismo. Chercoles menegaskan informasi tersebut berasal dari seseorang di kubu Marquez, bukan sekadar pendapat pribadinya.
“Saya tidak mengatakan ini sendiri; seseorang dari kubu Marc Marquez yang memberi tahu saya. Dan ingat, dengan empat poin tambahan itu, ia mungkin tidak perlu seagresif itu di Australia, karena selisihnya akan lebih kecil,” katanya.
Perdebatan mengenai team order kini semakin relevan setelah Martin tertinggal 44 poin dari Marquez. Pembalap Aprilia itu juga masih diragukan tampil pada GP Qatar karena cedera yang dialaminya. Sementara itu, Marco Bezzecchi berada di posisi ketiga klasemen dengan selisih 67 poin dari Marquez setelah GP Malaysia. Dengan keunggulan tersebut, Marquez berpeluang mengunci gelar juara dunia lebih awal di Qatar jika mampu memenuhi persyaratan poin.
Marquez sebelumnya menilai pembalap seharusnya tidak membutuhkan bantuan rekan setim apabila memiliki kecepatan yang cukup untuk mengalahkan mereka. Isu team order juga tidak menjadi persoalan besar di Ducati karena Marquez hampir selalu menjadi pembalap terdepan bagi tim tersebut. (* / saf / MotoGP News)
