Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 04 November 2026
home global news detail berita

Menteri PKP Apresiasi Terobosan BTN, Perkuat Pembiayaan untuk Percepatan Program 3 Juta Rumah

zada nur ilma Rabu, 04 November 2026 - 22:52 WIB
Menteri PKP Apresiasi Terobosan BTN, Perkuat Pembiayaan untuk Percepatan Program 3 Juta Rumah
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu bersama Menteri PKP Maruarar Sirait dalam pertemuan membahas dukungan BTN terhadap Program 3 Juta Rumah.
LANGIT7.Jakarta;

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperkuat dukungannya terhadap Program 3 Juta Rumah melalui perluasan akses pembiayaan dan pengembangan berbagai inovasi di sektor perumahan. Selain menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), BTN mengoptimalkan Kredit Program Perumahan (KPP) serta mengembangkan solusi pembiayaan untuk meningkatkan ketersediaan dan kelayakan hunian masyarakat.

Upaya tersebut mendapat apresiasi dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dalam pertemuan dengan Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu beserta jajaran direksi di Jakarta, Senin (2/11/2026). “BTN memiliki terobosan-terobosan baru yang baik dan bagus dalam mendukung percepatan progres rumah subsidi FLPP,” ujar Maruarar.

Ia juga mengapresiasi kontribusi BTN dalam mendukung program perumahan nasional, khususnya melalui penyaluran FLPP dan KPP. “Saya berterima kasih atas capaian-capaian yang telah dilakukan BTN dalam mendukung Kementerian PKP terkait program perumahan, khususnya rumah subsidi FLPP dan KUR Perumahan,” katanya. Percepatan Program 3 Juta Rumah membutuhkan sinergi pemerintah, BP Tapera, pengembang, dan industri perbankan.

Penyaluran FLPP sendiri melibatkan sejumlah bank, termasuk BTN dan Bank Syariah Nasional (BSN), untuk memperluas akses masyarakat terhadap rumah subsidi. Di luar program FLPP, BTN turut memperkuat ekosistem perumahan melalui KPP yang mencakup pembiayaan dari sisi penyediaan (supply) maupun permintaan (demand). Berdasarkan data yang telah dipublikasikan sebelumnya, penyaluran KPP BTN secara kumulatif mencapai Rp7,4 triliun, terdiri atas Rp5,4 triliun KPP Supply dan Rp2 triliun KPP Demand.

Kembangkan Pembiayaan Tambahan dan Rumah Layak Huni

Salah satu inovasi yang tengah dikembangkan BTN adalah Home Power. Skema ini dirancang sebagai pembiayaan tambahan untuk membantu masyarakat melengkapi kebutuhan rumah agar lebih siap ditempati. Program tersebut masih dalam tahap uji coba di Bogor dengan target awal 40 unit rumah. Melalui skema ini, pengembang terlebih dahulu menyelesaikan pembangunan rumah.

BTN kemudian dapat memberikan tambahan pembiayaan hingga 30 persen dari plafon awal untuk kebutuhan pengisian atau perlengkapan rumah, sesuai ketentuan yang berlaku. Direktur Utama BTN Nixon L.P.

Napitupulu mengatakan inovasi tersebut bertujuan membantu masyarakat memiliki rumah yang tidak hanya dapat dibeli, tetapi juga siap digunakan. “Kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya bisa membeli rumah, tetapi juga memiliki kemampuan untuk melengkapi kebutuhan di dalamnya.

Karena itu, kami menawarkan pembiayaan dengan bunga yang terjangkau agar masyarakat tidak perlu mencari pinjaman dari pihak lain yang bunganya lebih tinggi,” ujar Nixon. BTN juga mengembangkan program KPR Recycle untuk mengoptimalkan pemanfaatan rumah eksisting yang dapat dipasarkan kembali kepada masyarakat.

Nixon menyebut BTN sedang menyiapkan sekitar 30.000 rumah untuk dipasarkan melalui program tersebut. Sebelum ditawarkan kepada calon pembeli, rumah-rumah itu akan diperbaiki agar kembali layak huni. “Sebagai persiapan, kami juga akan memastikan kondisinya diperbaiki terlebih dahulu, mulai dari pengecatan ulang hingga perbaikan bagian atap dan dinding, sehingga rumahnya bisa kembali layak huni dan terlihat seperti baru,” jelas Nixon.

Jajaki Kerja Sama dengan Muhammadiyah dan NU

Di sisi permintaan, BTN memperluas pembiayaan berbasis komunitas melalui penjajakan kerja sama dengan sejumlah organisasi kemasyarakatan, termasuk Pengurus Pusat Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Bersama Muhammadiyah, BTN menyiapkan program RumahMU atau Rumah Muhammadiyah untuk membantu memenuhi kebutuhan hunian guru dan pegawai di lingkungan sekolah, rumah sakit, yayasan, serta perguruan tinggi Muhammadiyah.

Program tersebut direncanakan diperkenalkan pada 12 November 2026 di Palu, bertepatan dengan kegiatan Tanwir Muhammadiyah. “Dengan menyasar komunitas yang sudah memiliki ekosistem sendiri, kami berharap proses penyaluran pembiayaan bisa lebih terarah, termasuk dalam hal administrasi dan pembayaran angsuran,” kata Nixon. BTN juga mendukung pengembangan hunian di kawasan perkotaan yang memiliki akses transportasi publik. Salah satunya melalui rencana proyek hunian di kawasan Manggarai, Jakarta.

Menurut Nixon, sekitar 1.500 orang telah menyampaikan minat untuk memesan hunian tersebut. Namun, pengembangan proyek masih menunggu penyelesaian proses perizinan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebelum memasuki tahap berikutnya. “Kami melihat minat terhadap hunian di tengah kota cukup tinggi, terutama hunian yang lokasinya dekat dengan akses transportasi,” ujarnya.

Melalui penguatan FLPP, KPP, serta berbagai inovasi pembiayaan tersebut, BTN berupaya memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau. Kolaborasi dengan Kementerian PKP, BP Tapera, bank penyalur, pengembang, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat mendukung percepatan Program 3 Juta Rumah. (* / zd)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 04 November 2026
Imsak
03:58
Shubuh
04:08
Dhuhur
11:40
Ashar
14:56
Maghrib
17:50
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan