PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mendorong peningkatan literasi keuangan masyarakat melalui Fatmawati BTN Lifestyle Expo 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 5–11 November 2026 di RSUP Fatmawati tersebut menghadirkan pameran produk dan layanan finansial sekaligus edukasi pengelolaan keuangan bagi insan rumah sakit.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, persoalan keuangan pribadi masih menjadi salah satu tantangan serius di masyarakat. Tidak sedikit pekerja yang terjerat pinjaman berbunga tinggi sehingga kondisi tersebut dapat memengaruhi kehidupan pribadi maupun produktivitas kerja.
"Memang, salah satu masalah terbesar dalam dunia kerja adalah persoalan keuangan pribadi. Persoalan ini sering kali menjadi sumber masalah yang cukup serius," ujar Nixon saat memberikan sambutan dalam Fatmawati BTN Lifestyle Expo 2026 di RSUP Fatmawati. Menurut dia, persoalan keuangan kerap dianggap sebagai urusan pribadi yang sederhana. Padahal, kondisi keuangan yang tidak sehat dapat memicu berbagai persoalan lain dalam kehidupan.
Karena itu, edukasi pengelolaan keuangan perlu terus ditingkatkan, terutama di kalangan pekerja. Nixon berharap edukasi dan alternatif pembiayaan dapat membantu pekerja memperbaiki kondisi keuangan hingga mencapai kebebasan finansial. Menurutnya, kesehatan keuangan pribadi turut berpengaruh terhadap ketenangan dan kesejahteraan seseorang.
Melalui kegiatan tersebut, BTN berupaya mendekatkan berbagai solusi finansial dan kebutuhan gaya hidup kepada pegawai RSUP Fatmawati. Expo ini menghadirkan beragam produk dan layanan, mulai dari sektor perumahan, otomotif, teknologi, perjalanan, asuransi, hingga kuliner.
Selain pameran, BTN juga menggelar program literasi keuangan melalui talkshow yang membahas pengelolaan keuangan, investasi, dan berbagai solusi finansial. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu peserta memahami pilihan keuangan sesuai kebutuhan dan tahapan kehidupan masing-masing.
Sejalan dengan transformasi Beyond Mortgage, BTN berupaya memperluas layanan finansial, mulai dari KPR, pembiayaan kendaraan, kredit multiguna, tabungan, wealth management, hingga layanan digital melalui bale by BTN.
Melalui berbagai layanan tersebut, BTN ingin menjadi mitra finansial yang mendampingi perjalanan hidup nasabah, mulai dari membangun karier, memiliki rumah, membesarkan keluarga, hingga mempersiapkan masa pensiun.
"Sebab, kebutuhan finansial dokter spesialis tentu berbeda dengan perawat yang baru memulai karier maupun pegawai rumah sakit yang tengah mempersiapkan masa pensiun," jelas Nixon. Sementara itu, Direktur Utama RSUP Fatmawati dr.
Wahyu Widodo, Sp.OT(K), menyambut baik kolaborasi dengan BTN. Menurut dia, kesehatan keuangan menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung transformasi rumah sakit. Ia menilai kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental yang turut dipengaruhi kemampuan seseorang dalam mengelola keuangan.
"Pengelolaan keuangan yang baik dapat menunjang kesehatan mental kita. Saya berharap kegiatan ini tidak hanya sekadar expo, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui edukasi dan workshop," ujar Wahyu. Wahyu berharap Fatmawati BTN Lifestyle Expo 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk dan layanan, tetapi juga memberikan edukasi praktis kepada karyawan serta meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan insan RSUP Fatmawati.
Ia menambahkan, kesehatan keuangan organisasi juga menjadi salah satu faktor penting bagi keberlanjutan rumah sakit. Meski berfokus pada pelayanan kesehatan, pengelolaan keuangan memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan dan pengembangan organisasi. Data mengenai jumlah pasien, layanan yang diberikan, kebutuhan pegawai, hingga biaya operasional menjadi dasar bagi manajemen dalam mengambil keputusan dan menyusun rencana pengembangan rumah sakit.
Ke depan, Wahyu berharap kolaborasi dengan BTN dapat terus berkembang, termasuk membuka peluang dukungan pembiayaan untuk pembangunan gedung baru RSUP Fatmawati. "Saya berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi pengembangan Rumah Sakit Fatmawati," pungkas Wahyu.
(*/zd)
