Alcaraz sempat berada di ambang kekalahan ketika tertinggal 6-7(10), 3-5 pada set kedua. Petenis berusia 23 tahun itu lebih dulu menyelamatkan satu match point saat melakukan servis. Ia kemudian memenangkan poin penting untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 4-5. Aksi tersebut membangkitkan semangat penonton di Court Central dan memberi momentum baru bagi Alcaraz.
Kesempatan menang kembali terbuka bagi Fritz saat ia memperoleh match point kedua ketika melakukan servis. Namun, Alcaraz membalas dengan passing shot forehand silang yang keras. Petenis Spanyol itu kemudian mematahkan servis Fritz untuk menyamakan kedudukan menjadi 5-5. Ia merebut dua gim berikutnya sekaligus memaksakan pertandingan berlanjut ke set ketiga.
Pada set penentuan, Alcaraz meningkatkan permainannya. Ia mengurangi kesalahan dari baseline, meningkatkan intensitas pukulan, dan memanfaatkan penurunan performa Fritz untuk menyelesaikan comeback. Kemenangan ini menjadi semifinal ketiga Alcaraz di turnamen ATP Masters 1000 sepanjang musim 2026.
Hasil pertandingan tersebut juga berdampak pada persaingan menuju Nitto ATP Finals di Turin. Fritz membutuhkan kemenangan atas Alcaraz untuk mengamankan tiket ke turnamen yang akan berlangsung pada 15–22 November 2026.
Namun, kekalahan di Paris membuat harapan petenis Amerika itu kandas. Alcaraz pun memperbaiki rekor pertemuannya melawan Fritz menjadi 7-1 dalam catatan Lexus ATP Head2Head. Alcaraz selanjutnya akan menghadapi pemenang pertandingan antara Casper Ruud dan Nuno Borges untuk memperebutkan tempat di final.
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. Alcaraz lebih dulu mematahkan servis Fritz saat kedudukan 2-2 melalui passing shot forehand yang membuat lawannya kesulitan mengembalikan bola. Namun, Fritz mampu bangkit. Saat tertinggal 3-5 dan 15/30, petenis Amerika itu memenangkan 11 poin secara beruntun untuk berbalik unggul 6-5.
Alcaraz kemudian menyamakan kedudukan dan memaksa set pertama ditentukan melalui tie-break. Fritz akhirnya memenangi tie-break setelah menyelamatkan tiga set point. Ia mengamankan set pembuka ketika forehand Alcaraz melebar dari lapangan. Pada awal set kedua, Fritz kembali menekan dan sempat unggul 0/40 saat Alcaraz melakukan servis.
Namun, petenis Spanyol itu berhasil keluar dari tekanan dan mempertahankan servisnya. Fritz kemudian semakin dekat dengan kemenangan saat unggul 5-3. Akan tetapi, Alcaraz menunjukkan ketangguhan mental dengan menyelamatkan dua match point dan membalikkan keadaan. Memasuki set ketiga, Alcaraz tampil lebih konsisten. Ia membuat lebih sedikit kesalahan tak terpaksa dibandingkan set kedua, sementara Fritz mulai kehilangan momentum setelah gagal memanfaatkan peluang kemenangan.
Alcaraz sebelumnya menjuarai turnamen di Wina dan kini telah mencatatkan tujuh kemenangan beruntun. Ia juga menjadi petenis Spanyol pertama yang mencapai semifinal Paris Masters sejak Rafael Nadal pada 2020. Petenis berusia 23 tahun itu kini berpeluang meraih gelar Masters 1000 kesembilan sepanjang kariernya.
(*/saf/atptour)
