"Pra Muktamar ini menjadi momentum memperkuat konsolidasi, meneguhkan jati diri, dan menyiapkan arah gerakan organisasi ke depan," demikian pernyataan Pimpinan Pusat Wanita Islam dalam siaran pers yang ditandatangani Ketua Umum Dra. Hj. Marfuah Musthofa, M.Pd., dan Sekretaris Jenderal Dr. Hanip Pujiati, yang diterima LANGIT7.ID.
Empat Agenda Strategis
Pra Muktamar XIII membahas empat agenda utama yang mencakup tata kelola organisasi, nilai perjuangan, sejarah, dan pemberdayaan umat. Pertama, laporan perkembangan organisasi dari Pimpinan Wilayah.
Setiap pimpinan wilayah menyampaikan capaian program, kendala, serta kebutuhan pengembangan selama satu periode kepengurusan. Laporan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memetakan kondisi organisasi di berbagai daerah sekaligus merumuskan program kerja berikutnya. Kedua, pembahasan dan sosialisasi Panca Darma Wanita Islam serta Adab Aktivis Wanita Islam.
Agenda ini bertujuan memperkuat pemahaman kader terhadap Panca Darma sebagai landasan nilai gerakan. Selain itu, Adab Aktivis diperkenalkan sebagai pedoman akhlak, sikap, dan etika dalam berorganisasi. Keduanya diharapkan menjadi pijakan dalam membangun budaya organisasi yang berintegritas, beradab, dan berorientasi pada kemaslahatan.
Ketiga, pembahasan dan sosialisasi Buku Sejarah Wanita Islam. Dalam agenda ini, peserta mendapatkan pemaparan mengenai perjalanan organisasi sekaligus kesempatan memberikan koreksi, melengkapi data, dan menyerahkan dokumen sejarah dari masing-masing wilayah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ingatan kolektif serta mewariskan nilai-nilai perjuangan kepada generasi penerus. Keempat, pembahasan dan sosialisasi Buku Pedoman Bunda Wakaf Wanita Islam.
Agenda ini diarahkan untuk memperkuat pemahaman mengenai pengelolaan wakaf serta meningkatkan kualitas tata kelola Bunda Wakaf agar lebih terarah, tertib, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi umat.
Bangun Kesepahaman, Siapkan Masa Depan
Pra Muktamar tidak hanya menjadi forum penyampaian informasi dan laporan, tetapi juga ruang untuk membangun kesamaan visi, memperkuat komunikasi antartingkatan kepengurusan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan.
Berbagai pengalaman dan dinamika organisasi di tingkat wilayah dihimpun sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan dan arah gerakan pada periode berikutnya. Di tengah perubahan sosial dan tantangan zaman, Wanita Islam menilai regenerasi tidak cukup hanya berorientasi pada pergantian kepemimpinan.
Proses tersebut juga harus disertai pewarisan nilai perjuangan, pemahaman sejarah, dan penguatan karakter aktivis. Pra Muktamar XIII menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan nilai dasar organisasi, memperkuat karakter kader, serta mengembangkan instrumen pemberdayaan umat melalui gerakan wakaf.
Melalui konsolidasi tersebut, Wanita Islam berharap Muktamar XIII dapat berlangsung lebih terarah dan partisipatif serta menghasilkan keputusan strategis bagi keberlanjutan organisasi. Langkah ini sekaligus diharapkan memperkuat kontribusi Wanita Islam dalam membangun keluarga tangguh dan memberdayakan umat.
Muktamar XIII Wanita Islam dijadwalkan berlangsung pada 20–22 November 2026 di Jakarta dengan melibatkan jajaran organisasi dari berbagai wilayah Indonesia.
(*/zd)
