Langit7, Jakarta - Islam mengajarkan dan membimbing ummatnya untuk segala urusan di dunia, salah satunya adalah soal bisnis. Begitu banyak hukum dan ajaran yang diberikan oleh Islam melalui kitabnya dan sirah nabawiah.
Untuk itu, diperlukan pemahaman mengenai apa saja hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam bisnis sesuai syariat Islam.
Ustadz Ali Hasan Bawazier menjelaskan, berpartner merupakan salah satu yang diperbolehkan dalam menjalankan bisnis.
Baca juga: Empat Pemuda Klaten Cita-cita Lahirkan 1000 Petani MilenialNamun, modal utama untuk menjadi partner atau pun memilih partner bisnis ialah saling menjaga kepercayaan. Artinya partner bisnis dalam hal inu tidak boleh berkhianat, melainkan menjaga dan mengerjakan bisnis yang amanah.
"Amanah di antara dua orang yang itu mendatangkan keberkahan," katanya di Podcat Jakarta Mengaji
Apalagi, Islam memang mengajarkan ummatnya untuk saling tolong-menolong dalam kebajikan dan takwa di dalam musyarakah. Ia menyebutkan, bekerjasama dalam bisnis yang tidak sesuai syariat hanya akan membuat seorang pengusaha jauh dari rahmat Allah.
"Mengembangkan bisnis itu juga perlu keuletan dan kesabaran dalam mengerjakannya. Allah akan kasih rezeki, kalau pun belum, mungkin nanti suatu saat akan diberikan juga," jelasnya.
Baca juga: Tips Memulai Usaha AngkringanSelain itu, Islam juga mengizinkan ummatnya untuk memasang target dalam bisnis. Seperti target penjualan dan pemasukan.
Kedua hal itu, lanjut dia, merupakan salah satu strategi perencanaan dalam bisnis. Untuk itu, niat dalam target tersebut perlu diperhatikan dan harus sesuai dengan ketentuan agama.
"Ketika berikhtiar dan berusaha yang dinilai adalah prosesnya bukan hasilnya. Apakah dalam proses itu dengan niat dan iman, dan amal saleh yang benar. Selain itu, berharap dan memohon kelimpahan rezeki hanya kepada Allah," jelasnya.
(zul)