Langit7, Jakarta - Nilai ekspor komoditas pertanian, khususnya sayuran mengalami peningkatan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) September 2021, ekspor sayuran mengalami kenaikan hingga 109,64 persen secara bulanan (mtm).
Kepala BPS, Margo Yuwono menyebutkan, selain sayur, komoditas kopi, tanaman obat dan aromatik juga tumbuh menjanjikan. Catatan positif tersebut, menunjukkan pertanian secara keseluruhan pada September meningkat hingga 15,04 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Margo menjelaskan, jika dihitung secara kumulatif total ekspor nonmigas Januari-September 2021 mengalami peningkatan sebesar 39,84 persen. Di mana sektor pertanian meningkat 7,37 persen.
Baca juga: Terapkan Kemajuan Teknologi, Petani Sayur di Lembang Berkembang PesatSementara itu, share ekspor nonmigas secara kumulatif mencapai 94,63 persen dari total ekspor Januari-September 2021.
"Yang pasti kinerja ekspor nonmigas masih lebih baik jika dibandingkan tahun sebelumnya mau pun pada 2019," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (10/11).
Baca juga: Pertama di Indonesia, Rest Area Modern dengan Sistem Digital 4.0Selain itu, upah nominal buruh tani pada September 2021 juga mengalami kenaikan sebesar 0,11 persen. Sementara upah riil buruh tani mengalami kenaikan sebesar 0,25 persen.
"Upah tertingginya berada di Provinsi Kalimantan Utara," tambahnya.
Seperti diketahui, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo tengah berupaya menggenjot produktivitas dan ekspor untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Selain itu, dari ekspor di 17 pintu bandara dan pelabuhan yang dilakukan Kementan, mampu menghasilkan devisa negara hingga Rp7,2 triliun.
(zul)