LANGIT7.ID, Sleman - Hujan deras yang melanda wilayah Sleman, Jumat (12/11/2021) menyebabkan aliran Sungai Mejing Dusun Nganggring, Kelurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Sleman, meluap. Derasnya luapan air tersebut menggerus pondasi sehingga bagian tengah Jembatan Nganggring ambrol.
Jembatan Ngangring tersebut menghubungkan Dusun Ngangring dan Kelapa Sawit, Girikerto, Turi. "Karena membahayakan keselamatan, maka sebagai tindaklajutnya jembatan tersebut, untuk sementara ditutup," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Makwan, Jumat (12/11/2021).
Baca Juga: Relawan PMI Selamatkan Tiga Anak Terjebak Banjir di SukabumiLuapan sungai tersebut juga mengancam jalur pipa air yang ada di bawah jembatan. Keberadaan pipa tersebut untuk memenuhi kebutuhan air bersih di tiga dusun, yakni Tegal Sari, Bening, dan Kelapa Sawit dengan jumlah lebih kurang 200 keluarga.
Hujan deras juga mengakibatkan talud di Dusun Jatisawit, Kalurahan Balecatur, Kapanewon Gamping, Sleman juga ambrol. Panjang talud yang ambrol 10 meter dan tinggi 6 meter. Material menimbun akses jalan kampung dan rumah warga. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Sebelumya, hujan deras yang terjadi Kamis (11/11/2021) juga menyebabkan talud di Dusun Pereng, Kalurahan Sumberharjo, Kapanewon Prambanan longsor. Longsoran material talud menimpa rumah milik Dasiyah (76). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, dinding bagian dapur jebol.
Baca Juga: Banjir Sukabumi: Satu Warung Rusak dan Sejumlah Rumah Terendam"Rencananya, baik warga Jatisawit maupun Pereng akan melakukan pembersihan material talud yang longsor tersebut, Ahad (14/11/2021)," paparnya.
Baca Juga:
BMKG Beri Peringatan Waspada Hujan Disertai Petir di Wilayah Jakarta
BMKG Keluarkan Peringatan Siaga Banjir untuk Wilayah Jakarta(sof)