LANGIT7.ID - Pesantren Darul Ulum Agung Malang, Jawa Timur terkenal dengan kehidupan para santri yang nyentrik, sporty, dan selalu mengundang decak-kagum saat mereka ngegas motor trail di Sirkuit Darul Ulum, Agung MX. Pesantren ini memiliki kegiatan ekstrakurikuler motocross. Kegiatan itu diadakan untuk mengembangkan motorik, mental dan skill para santri.
Pengasuh pesantren, Dr. KH Mujib Musta’in, memang terkenal brilian. Ia tak hanya memperhatikan sosok pendidikan agama para santri saja, ia juga memikirkan agar para santri mampu memiliki skill khusus.
Gus Mujib mendidik para santri berangkat dari latar belakang tasawuf, sehingga ia selalu menanamkan kepada para santri untuk memegang teguh kemuliaan di tengah perilaku kehidupan, baik siang maupun malam. Akhlakul karimah tetap menjadi prioritas utama.
Sebagai santri sekaligus crosser, para santri dididik membangun nurani guna mengembalikan ke fitrah sosok santri crosser. Hal itu berguna untuk membuang hawa nafsu, menaklukkan emosi, sampai selalu berpikir dingin. Konsep itu memang berat, sebagai ikhwal membangun pribadi santri crosser yang matang.
Berkat pendidikan skill tersebut, kiprah santri crosser Darul Ulum Malang itu sudah menasional. Berbagai ajang lomba telah mereka ikuti. Terbaru, mereka mengikuti lomba monolog dan motocross yang diadakan Sahabat Ganjar, relawan pendukung Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Para relawan ini mendatangi Pesantren Darul Ulum untuk mengadakan lomba pada Jumat (12/11/2021). Tak hanya lomba motocross, ada pula seminar kewirausahaan dan lomba UMKM untuk para santri. Namun yang paling mencolok adalah lomba motocross tersebut.
Pada lomba monolog yang bertema ‘Santri Sang Pahlawan’, kepiawaian para santri diadu menguasai kendaraan roda dua, motocross. Kemudian, sirkuit di pondok pesantren tersebut dijadikan arena ‘Motocross Cup Santri Berani’.
Ketua DPC Sahabat Ganjar Malang, Nur Aini Endang, menyebut lomba tersebut bisa menjadi ajang hiburan untuk para santri di tengah kesibukan belajar ilmu agama. Lomba itu juga sekaligus menjadi wadah beradu kemampuan dan menunjukkan skill untuk menuju prestasi terbaik.
“Lebih pentingnya lagi kegiatan ini dapat menjadi wahana untuk menghindarkan kegiatan kebut-kebutan di jalan raya dan berbagai kegiatan negative lainnya yang rentan terjadi bagi generasi muda,” kata Nur Aini, dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/11/2021).
Geber Prestasi PON XX Papua 2021Ada lagi yang membanggakan dari Santri Pondok Pesantren Darul Ulum. Salah satu santri, M Kafa Yaqi Ardafa, Atlet Cabang Olahraga Bermotor Kota Batu yang menjadi duta olahraga Jawa Timur dalam PON XX Papua tahun 2021.
Dafa masih duduk di kelas II, SMA Ponpes Darul Ulum Agung. Putra sulung pasangan Tohari dan Istikana ini sudah nyantri di Darul Ulum sejak SMP. Ia lolos menjadi salah satu atlet Jatim yang dikirim ke PON XX Papua setelah meraih juara 1 Kelas MX 125 usia 13-17 tahun dalam Prakualifikasi PON Papua di Sirkuit Tembong Jaya Serang Banten pada September 2019.
Dafa memang suka ikut sang ayah olahraga adventure ke hutan saat masih duduk 1 SD Madrasah Ibtidaiyah Luqman Al Hakim Sumberjo. Lama kelamaan selalu ikut dalam setiap even trail. Dafa dilahirkan di tengah keluarga petani. Ayah dan ibunya seorang petani bunga yang memiliki usaha bernama Kafa Florist.
Pembalap kelahiran 24 Juli 2005 itu baru mengikuti kejuaraan resmi saat duduk di kelas IV MI. Even pertama yang diikuti adalah kejuaraan trail yang digelar di Dusun Gondang, Desa Sumbergondo, Kec. Bumiaji. Sejak saat itu, Dafa selalu menggeber motor trail.
Karir Dafa di dunia balap terbilang sukses. Namun ia tak ingin ketinggalan pendidikan ilmu agama. Maka itu, ia memilih mendaftar jadi santri Pesantren Darul Ulum Agung, Malang. Ketika santri lain memilih istirahat setelah mendapatkan pelajaran pagi, Dafa selalu berlatih di Sirkuit Motocross Kedung Kandang sekitar pukul 13.00 hingga waktu Shalat Ashar.
(jqf)