LANGIT7.ID - Liburan ke Madura tak lengkap rasanya jika tidak mencicipi cemilan khas pulau yang terletak di sebelah timur laut Jawa Timur itu. Namun, ada yang sangat istimewa, yakni Petis, oleh-oleh buatan santri Pondok Pesantren An-Najah Pamekasan, Madura.
Petis merupakan hasil olahan ikan atau udang yang dimasak dengan hasil berupa pasta berwarna hitam. Petis biasa digunakan sebagai pelengkap masakan atau cemilan. Memang, Madura dikenal sebagai penghasil petis selain Sidoarjo.
Namun yang membedakan, petis Sidoarjo menggunakan udang sebagai bahan baku, sementara Madura menggunakan ikan. Itu yang dilakukan santri Pondok Pesantren An Najah Pamekasan. Para santri di pesantren ini memproduksi petis madura dengan bahan utama ikan laut.
Pengurus Pesantren, Gus Saleh, mengatakan, petis Madura olahan Pesantren An Najah diberi nama merek 'Ikan Laut'. Petis itu berasal dari ikan laut yang dimasak dengan campuran air, lalu dikentalkan.
"Rasanya enak dan lezat. Banyak dicari masyarakat, biasanya juga buat oleh-oleh banyak yang minta kalau misal ada acara pelatihan gitu," kata Gus Saleh, dikutip laman OPOP Jatim, Sabtu (13/11/2021).
Bisnis petis ikan laut sudah berjalan hampir dua tahun. Santri dilatih untuk memasarkan produk tersebut. Berbagai strategi dilakukan seperti door to door dan memanfaatkan pasar online.
"Satu botolnya hanya Rp20 ribu. Kalau digrosir Rp15 ribu," ucap Gus Saleh.
Dia menyebut keuntungan petis itu cukup menjanjikan. Ini karena bahan mudah didapat dan proses pembuatan relatif mudah dan murah. Semua ikan bisa dibuat petis, hanya beda rasa. Proses pembuatan memerlukan kayu bakar atau kompor.
Saat proses pembuatan, bisa menghabiskan dua sampai tiga jam. Meski begitu, kadang pihak pesantren menemui hambatan seperti bahan baku yang tidak stabil.
"Kadang banyak, kadang sedikit sehingga butuh tempat penyimpanan," ucapnya.
Tim Koperasi Pondok Pesantren An Najah Pamekasan akan menyempurnakan kemasan petis lebih menarik untuk menjangkau pasar lebih puas. Dia menilai kemasan menarik sangat penting untuk diperhatikan untuk menarik konsumen.
(jqf)