Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 28 April 2026
home wirausaha syariah detail berita
Produk Pesantren

Cara Unik Pesantren Delingsongo Sulap Biji Secang Jadi Kopi Herbal

Muhajirin Selasa, 16 November 2021 - 08:34 WIB
Cara Unik Pesantren Delingsongo Sulap Biji Secang Jadi Kopi Herbal
Kopi Secang Tjah Angon (foto: bukalapak)
LANGIT7.ID, Bojonegoro - Mayoritas masyarakat mengenal kopi jenis robusta, arabika, maupun luwak. Namun ada hal unik yang dilakukan para santri di Pondok Pesantren Delingsongo, Bojonegoro, Jawa Timur. Mereka menyulap biji secang menjadi kopi.

Secang adalah tanaman perdu anggota suku polong-polongan yang dimanfaatkan kulit kayu dan kayunya sebagai komoditas perdagangan rempah-rempah.

Para santri itu menamai produk mereka dengan ‘Kopi Biji Secang Tjah Angon’. Biasanya, masyarakat hanya memanfaatkan kayu secang saja untuk membuat wedang. Namun, siapa sangka jika secang itu memiliki banyak khasiat dan bisa dimanfaatkan untuk sajian minuman.

Pengasuh Pondok Pesantren Delingsongo, KH. M Tawwabur Rokhim, mengatakan, tanaman secang banyak ditemukan di huta Bojonegoro. Saat berkunjung ke suatu daerah pelosok di pinggir hutan, di Kecamatan Bubulan, Kab. Bojonegoro banyak masyarakat sekitar hutan yang berlalu lalang mengambil kayu bakar dan akar jati dari hutan.

“Karena penasaran, saya tanyakan perihal pendapatan dari warga mencari kayu tersebut, ternyata uang yang didapat warga tidak seberapa,” ucap Gus Tawwab, dikutip laman Opop Jatim, Selasa (16/11/2021).

Gus Tawwab mengaku merasa prihatin. Ia merasa perlu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kelestarian alam demi generasi berikutnya. Namun, ia mendapat kabar jika salah seorang temannya pernah mengedukasi dan melakukan pelatihan serupa, tapi tidak mendapat respon positif dari warga sekitar.

Gus Tawwab tidak menyerah begitu saja. Ia memutar otak mencari cara untuk mengatasi masalah tersebut. Ia lalu menemukan kayu secang beserta bijinya yang jatuh berserakan. Ia teringat tradisi leluhurnya yang membuat racikan untuk jamu tradisional.

Dia lalu mengumpulkan biji secang itu lalu dibawa pulang. Biji-biji itu kemudian disangrai seperti biji kopi. Cara itu ternyata berhasil. Dari situ muncul harapan bisa membuka lapangan pekerjaan baru, mengurangi pengangguran, mengurangi pembalakan huta, dan masyarakat huta bisa mendapat pemasukan dari biji secang.

“Tawaran kami mendapat respon yang baik dari masyarakat setempat,” ucapnya. Dia membeli biji secang dari masyarakat setempat. Selanjutnya, ia dan para santri Pesantren Delingsongo mengolah biji itu menjadi kopi.

Saat ini, pesantren telah mengembangkan beberapa varian produk. Di antaranya ada kopi biji secang (jahe), kopi biji secang (gaharu), wedang secang, wedang uwuh, wedang bidara, wedang cincau, dan lain sebagainya.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 28 April 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:14
Maghrib
17:51
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)