Langit7, Jakarta - Filosofi olahraga bertujuan menciptakan manusia unggul yang dapat menyalurkan passion, termasuk kreativitas.
Begitu juga dengan olahraga elektronik atau yang biasa dikenal dengan
e-Sports. Kehadiran
e-Sport menjadi jalan keluar yang cerdik dari stigma atau tuduhan terkait gim yang sering dianggap sebagai eksploitasi kesenangan.
"E-Sports bisa menjadi profesi jika ditekuni. Ini adalah sebuah medium untuk menunjukkan bahwa gim bukan hanya mengeksploitasi kesenangan, tapi juga mengasah profesionalitas yang tumbuh menjadi industri," ujar
Marketing Expert, Firman Kurniawan di
Webinar "Membidik Industri e-Sports di Indonesia" Selasa, (30/11).
Baca juga: Andrian Pauline: Esport Alternatif Hiburan Masa DepanMenurutnya,
e-Sports di Indonesia masih dalam masa pertumbuhan. Sehingga menguntungkan gamers di Indonesia untuk membangun struktur yang kuat.
Secara struktur, lanjut dia, Indonesia sudah siap menjadi negara dengan industri
e-Sports. Hal itu juga didukung dengan perkembangan pehobi, pemain, dan pengembang gim yang terus meningkat.
"Untuk itu, perlu menjamin suprastrukturnya. Stigma tentang gim perlu diubah, karena gim sudah terlihat menjadi industri yang semakin kuat," katanya.
Baca juga: Umat Islam Harus Berperan Aktif dalam Industri e-SportMenurutnya, Indonesia memiliki peluang menjadi kiblat industri esports dunia. Hal itu bisa diwujudkan dengan ekosistem e-Sport yang sudah terbangun.
Apalagi, Indonesia juga tengah menjadi pasar industri gim terbesar di Asia Tenggara dan menduduki peringkat ke-17 di dunia.
"Perspektif e-Sports sendiri perlu dibangun bahwa tidak hanya sekadar membangun eksploitasi kesenangan. Tidak hanya sisi ekonomi, tapi juga cita-cita sport yang betul-betul harus terbentuk," katanya.
Baca juga: Perkembangan Industri eSports di Indonesia Hingga Lahirnya Tim JawaraSelain itu, dalam perkembangan industri gim juga perlu memperhatikan masalah intelektual properti. Di pengembang gim selama ini hanya dianggap sebagai pembuat mainan.
"Industri gim merupakan produk dengan intelektual properti maka pengembang gim perlu mendapatkan royalti," jelasnya.
(zul)