LANGIT7.ID - , Jakarta - Pengaruh industri esports di Indonesia begitu terasa dengan maraknya kompetisi nasional dan internasional. Pertumbuhan tersebut berdampak pula pada kemunculan tim-tim esport yang menawarkan pemain terbaiknya.
Co Founder dan CEO RRQ Andrian Pauline pertama kali mendirikan bisnisnya tak melihat potensi esport jauh ke depan. Pertama kali berdiri pada 2013, RRQ terbentuk hanya sebatas hobi.
Baca juga: Perkembangan Industri eSports di Indonesia Hingga Lahirnya Tim Jawara"Awal berdiri ini hanya sebagai hobi, tidak berpikir bisa sebesar ini. Kami tidak berorientasi bisnis," kata pria yang akrab disapa AP di webinar "Membidik Industri Esports di Indonesia", Selasa (30/11/2021), yang diadakan Langit7.id.
Namun, kemudian pada 2017, pria yang akrab disapa AP ini melihat esports menjadi bisnis yang menjanjikan. Kemudian ia mengambil strategi serius dengan membentuk manajemen dan merekrut profesional. Langkah tersebut dilakukan AP setelah melihat perkembangan industri yang sangat pesat di luar negeri.
"Berbeda dengan tahun 2013 dimana kami hanya memiliki satu tim. Di tahun 2017, kami memiliki 4-5 tim," jelasnya.
Berbeda dengan olahraga konvensional, dalam esports sebuah tim dibentuk untuk fokus pada satu gim saja.
Tak mengherankan bila esports disebut industri yang potensial, karena revenuenya terbilang fantastis. AP mengakui untuk revenue utama dalam industri ini adalah dari sponsorship.
"Selain sponsorship, revenue kedua dari esports adalah komersial pemain. Di sini kami juga bertindak sebagai agency yang mewakili pemain-pemain esports," kata AP yang lulusan dari Universitas Gadjah Mada ini.
Pendapatan terbesar ketiga dari industri ini adalah dari hadiah sebuah kompetisi. Saat ini jumlah hadiah yang ditawarkan sangat besar, dan naik setiap tahunnya. Revenue yang didapat agency untuk itu berkisar 20-30 persen dari total hadiah.
Baca juga: Sandiaga Optimistis Esports Tingkatkan Perekonomian NasionalTak hanya menguntungkan dari segi bisnis, industri esports pun bisa menjadi alternatif hiburan baru di masa depan. AP mengatakan tak hanya sepak bola saja yang bakal terus digandrungi, tapi juga dengan esports.
“Dalam beberapa tahun ke depan, nonton bareng esports akan jadi tren yang menarik. Sama dengan main gim itu sendiri," papar AP.
Baginya e-sport akan jadi hal yang umum bagi masyarakat kedepannya.
“E-sport sudah jadi sesuatu yang umum, bagian dari kehidupan mereka.” jelasnya.
(est)