LANGIT7.ID - , Jakarta -
Penyandang disabilitas merupakan orang istimewa yang memiliki kemampuan fisik berbeda. Meski demikian, mereka sesungguhnya memiliki hak yang sama untuk
mengenal Islam sebagai pedoman hidup.
President of
Hayrat Foundation, Cemal Sahin mengatakan, apapun yang diberikan oleh Allah SWT merupakan faktor ujian sehingga setiap umat perlu saling melengkapi.
Baca juga: Kaum Disabilitas Terbebas dari Kewajiban Berpikir tentang Allah"Jika Allah berikan kamu harta maka harta akan menjadi faktor ujian. Jika Allah berikan kamu kemiskinan, pasti kemiskinan ini faktor ujian. Jika Allah berikan kamu kesehatan juga faktor ujian. Jika Allah berikan penyakit, pasti penyakit itu juga faktor ujian," kata Cemal, dalam
Mimbar Langit7.id "Hak Disabilitas (
Tuna Rungu) Mengenal Islam", Selasa (27/9/2022).
Hal ini sesuai dengan pada firman Allah SWT dalam Surat Al Baqarah Ayat 155, yang berbunyi:
وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan,
kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar."
Menurut Cemal, artinya semua orang di masa depan akan mendapatkan ujian yang sama.
"Dipastikan (semua manusia) akan menjadi disabilitas. Artinya, baik sehat maupun penyakit bukan siksa dari Allah SWT melainkan ujian. Tetapi bagaimana kita bisa menunaikan tugas sebagai orang sehat terhadap disabilitas, ini ujian kita bagi orang sehat," tutur Cemal.
Baca juga: Peran Lembaga Filantropi Islam Penuhi Hak Penyandang DisabilitasCemal menegaskan, setiap umat Islam harus memiliki empati terhadap disabilitas. Sebab menurutnya, wajib bagi orang sehat sadar terhadap ujian untuk menuntun disabilitas mendapatkan hak mengenal Islam.
"Artinya, jemaah bukan hanya salat bersama di dalam masjid. Jemaah artinya ketika mereka mengetahui ada tetangga sakit, mereka bersama pergi ke rumahnya (menjenguk). Jemaah artinya jika orang dia tidak mengenal islam (disabilitas) maka bagaimana mereka yang sehat sadar untuk menuntunnya," ucap Cemal.
(est)