Lembaga Filantropi asal Turki, Hayrat Foundation, menyiapkan berbagai layanan serta fasilitas khusus untuk para penyandang disabilitas di seluruh dunia.
Ada cara mengenalkan Islam kepada tunarungu non muslim. Mereka bisa mempelajari agama yang dibawa Nabi SAW ini lewat keindahan dan kesantunan umat muslim.
Pemerintah Indonesia memberikan perhatian khusus kepada masyarakat penyandang disabilitas. Itu tertuang dalam UU No.8/2016 tentang Penyandang Disabilitas.
Santri Pondok Pesantren Tunarungu Darul A'shom, Sleman, Yogyakarta menghafal Al-Qur'an tidak seperti santri pesantren tahfidz pada umumnya. Itu karena mereka diberi kekhususan berinteraksi menggunakan visual, bukan pendengaran.
Ustadz Abu Kahfi adalah sedikit dari ustadz yang mengabadikan dirinya untuk difabel terutama teman tuli. Lewat Pesantren Tunarungu Darul A'shom, dia mengenalkan Allah SWT kepada umat Islam yang tak bisa mendengar ceramah dan firman Ilahi.
Saat berkunjung ke pesantren tahfidz sangat umum terdengar riuh bacaan Al-Qur'an. Tapi berbeda saat bersua dengan santri-santri Pondok Pesantren Tunarungu Darul A'shom, Depok, Sleman, Yogyakarta.
Sangat jarang pesantren yang diperuntukkan bagi disabilitas termasuk untuk teman teman tuli. Salah satunya adalah Pondok Pesantren Darul Ashom yang terletak di Sleman, Yogyakarta. Pesantren yang didirikan pada September 2019 ini dipimpin oleh Ustadz Abdul Kahfi.
Ustadz Abdul Khafi pun mendirikan Rumah Tahfidz Tunarungu Darul A'shom di Condong Cantur, Depok Sleman, Yogyakarta. Sekolah ini berdiri pada tahun 2019 dan kini memiliki 12 staf yang mengajar 115 siswa putra putri berusia tujuh hingga 28 tahun.