Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 09 Mei 2026
home sosok muslim detail berita

Ustadz Abu Kahfi Bimbing Teman Tuli Mengenal Ilahi dan Hafalkan Kalam Suci

Muhajirin Rabu, 31 Agustus 2022 - 22:20 WIB
Ustadz Abu Kahfi Bimbing Teman Tuli Mengenal Ilahi dan Hafalkan Kalam Suci
Ustadz Abu Kahfi berdialog dengan bahasa isyarat dengan salah satu santrinya (foto: LANGIT7.ID/Muhajirin)
LANGIT7.ID, Yogyakarta - Suasana tenang dan tentram sangat terasa di Dusun Kayen, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Di tempat ini, berdiri sebuah surau joglo yang menjadi pusat aktivitas santri Pondok Pesantren Tunarungu Darl A'shom.

Darul A'shom didirikan seorang ustadz asal Bandung, bernama Ustadz Abu Kahfi. Awalnya, dia merupakan ahli beladiri, mantan pelatih, hingga wasit turnamen beladiri di Jawa Barat. Saat sekolah pun, beliau mendalami teater dan ilmu komunikasi.

"Saya dulu di bidang ahli beladiri, saya ngajar di pondok. Saya jadi wasit beladiri di Jawa Barat, jadi pelatih MMA. Waktu di sekolah saya senang teater, penjiwaan," kata Ustadz Abu Kahfi saat berbincang dengan LANGIT7.ID, Selasa (30/8/2022).

Ustadz Abu Kahfi mulai memperdalam ilmu agama Islam saat mendaftarkan anak-anaknya ke pondok pesantren. Dia ingin mereka jadi ulama yang hafidz-hafidzah. Sejak saat itu, dia aktif datang ke ulama-ulama di Tanah Air untuk ngaji sorogan.

"Saya punya anak, semua mondok. Semenjak itu saya hijrah. Akhirnya saya ngaji, ngaji sorogan ke ulama, ke pesantren-pesantren," ucapnya.

Baca Juga: Darul Ashom, Pesantren Al-Qur'an untuk Teman Tuli di Yogyakarta

Dia mulai berkenalan dengan teman tuli sekitar tahun 2010-an lalu. Kala itu,dia sudah diminta mengisi kajian di berbagai majelis taklim. Suatu ketika, dia bertemu dengan salah seorang tunarungu.

Meski belum memahami bahasa isyarat, namun dia mengajak teman tuli tersebut ke rumah untuk belajar. Dia mengajar beladiri, dan tunarungu itu berupaya menjelaskan maksud mereka melalui isyarat.

Hampir satu bulan seperti itu. Melalui keinginan kuat, dan upaya untuk memahami mereka, sedikit demi sedikit Ustadz Abu Kahfi bisa menggunakan isyarat untuk berkomunikasi. Dari situlah, dia menemukan masalah besar di kalangan tunarungu.

"Mereka tidak kenal agama. Ditanya Allah pun tidak tahu, rasul tidak tahu. Karena tidak bisa mendengar. Hanya bisa melihat, visual," katanya.

Lama kelamaan semakin banyak tekan tuli yang bergabung di majelis Ustadz Abu Kahfi. Tidak seperti kajian pada umumnya yang riuh suara. Di tempat itu, hanya gerakan tangan dan mimik wajah untuk berkomunikasi.

Baca Juga: Teman Tuli Juga Berhak Pelajari Al-Quran, Muslimah Ini Temukan Metode Pengajarannya

"Di Bandung 2010-an ta'lim di rumah. Saya dikenal mereka dengan nama Ustadz Isyarat. Dari sini saya mulai dikenal, salah ustadz yang bisa memahami mereka. Alhamdulillah saya bisa menjembatani mereka mengenal agama," kata Ustadz Abu Kahfi.

Sekitar 3 tahun lalu, Ustadz Abu Kahfi menjenguk salah seorang anaknya yang tengah belajar bahasa di Kediri, Jawa Timur. Secara kebetulan dia lewat Yogyakarta saat hendak pulang ke Bandung. Terbetik dalam hati untuk tinggal di situ.

Melalui jaringan komunitas dakwah dan tunarungu, dia mengontak salah seorang teman untuk membuka majelis di Yogyakarta. Niat awal ingin mengontrak. "Tapi kata teman saya, 'pakai ruko saya saya'," katanya.

Saat majelis dibuka, banyak tekan tuli yang ingin belajar. Tapi masalah baru datang. Ruko itu berada di pinggir jalan raya. Dia khawatir keselamatan anak-anak tunarungu yang tak bisa mendengar suara kendaraan yang lalu-lalang.

Hingga akhirnya pada 2019 lalu, dia memutuskan mencari kontrakan untuk membuat majelis yang lebih besar. Nasib baik berpihak. Dia menemukan kontrakan di daerah Sleman. Awalnya hanya majelis biasa, tapi ternyata seiring berjalannya waktu santri tunarungu terus berdatangan.

"Akhirnya saya buatkan payung hukum, buat yayasan. Saya tidak pernah membayangkan akan menjadi pesantren, bahkan dikenal sampai luar negeri," katanya.

Di pondok itu, Ustadz Abu Kahfi fokus mendidik para santri untuk menjadi penghafal Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah. Metode yang digunakan pun adalah keteladanan. Itu karena para tunarungu hanya bisa belajar melalui visual, sehingga tidak bisa diberi teori.

Baca Juga: Santri Darul A'shom Dengar Kalam Ilahi dengan Hati, Hafalkan Qur'an dalam Sunyi

Ustadz Abu Kahfi juga membuat metode untuk memudahkan para santri menghafal Al-Qur'an menggunakan isyarat. Dia juga memperlakukan para santri dengan mulia, mulai dari makanan hingga lingkungan dibuat senyaman mungkin. Para guru dan karyawan pun bisa berbahasa isyarat, sehingga tercipta lingkungan kondusif untuk mereka.

"Bahasanya sama dengan mereka, bahasa pegawai sama dengan mereka, guru apalagi. Inysa Allah mereka akan terbongkar kemampuan atau potensi-potensi kepintarannya. Kasian kalau mereka berada di tempat yang tidak tepat," ujar Ustadz Abu Kahfi.

Ustadz Abu Kahfi ingin membuat pesantren tersebut menjadi pusat kaderisasi bagi ustadz untuk tunarungu. Nantinya, para santri yang sudah dianggap mampu akan disandingkan dengan alumni pondok pesantren lain, seperti Pondok Modern Gontor, untuk membuka pesantren khusus tunarungu di seluruh Indonesia.

Saat ini, Ustadz Abu Kahfi pun sudah mulai memikirkan lokasi baru di daerah Wonosari. Itu diperlukan, lataran pondok yang di Sleman lebih mirip kontrakan, bukan pondok.

"Sekarang masih ngontrak. Sekarang sudah ada tanah 60 ribu meter di Wonosari, cuma belum ada untuk membangunnya," tutur Ustadz Abu Kahfi.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 09 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:48
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)