LANGIT7.ID, Jakarta -
Kementerian Agama (Kemenag) melalui Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMQ) Balitbang-Diklat menghadirkan Mushaf Al-Qur'an Isyarat dalam bentuk digital. Mushaf Isyarat ini bisa digunakan bagi teman berkebutuhan khusus seperti
Tunarungu yang hendak belajar membaca Al-Qur'an.
Kepala LPMQ Abdul Aziz mengatakan, untuk tahap awal, pihaknya sudah menghadirkan dalam versi cetak dan digital untuk juz 30. Sementara untuk
Al-Qur'an versi cetak masih terbatas.
Baca Juga: BMM: Hak Disabilitas dalam Mengenal Islam Harus Didukung Penuh![Kemenag Luncurkan Aplikasi Al-Quran Berbahasa Isyarat untuk Tunarungu]()
"Untuk versi digital, masyarakat dapat melihatnya pada
aplikasi Quran Kemenag yang dapat diunduh di Play Store. Nantinya, versi digital ini juga akan dihadirkan pada aplikasi Pusaka," kata Aziz dalam keterangannya, dikutip Selasa (17/1/2023).
Al-Qur’an Isyarat ini menjadi Mushaf Al-Quran Standar Indonesia ke-4. Sebelumnya, Kemenag sudah menerbitkan tiga mushaf standar, yaitu Mushaf Standar Rasm Utsmani, Mushaf Al-Quran Standar Bahriyah, dan Mushaf Al-Quran Braille.
Mushaf Al-Quran Braille dan Mushaf Al-Quran Isyarat turut dipamerkan pada Pameran Kinerja Kemenag dan Bazaar Murah UMKM di halaman kantor pusat Kemenag, Jakarta. Pameran yang berlangsung dua hari (13–14 Januari 2023) digelar dalam rangka memeriahkan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-77 Kementerian Agama.
Baca Juga: Begini Cara Kenalkan Islam kepada Tunarungu Non MuslimDua produk ini menarik perhatian Menag Yaqut Cholil Qoumas dan Penasihat DWP Eny Retno Yaqut saat meninjau stan pameran. Sembari menggerakkan jari-jarinya, Menag bahkan ikut mencoba mempraktikkan cara membaca Al-Qur'an isyarat dipandu pegawai Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
![Kemenag Luncurkan Aplikasi Al-Quran Berbahasa Isyarat untuk Tunarungu]()
Sementara itu, Eny Retno Yaqut melihat-lihat Mushaf Al-Qur’an Braille. Mushaf ini diperuntukkan bagi tunanetra dan telah ditetapkan Kemenag sebagai salah satu Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia.
"Mushaf Al-Qur'an Braille ini produk yang luar biasa. Ini harus segera dibagi-bagikan ke sekolah-sekolah inklusi, Sekolah Luar Biasa (SLB), dan Yayasan-yayasan untuk tunanetra," ucap Eny.
Baca Juga:
Cara Santri Tuli Menghafal Al-Quran, Huruf per Huruf dengan Tajwid Berbeda
Ustadz Abu Kahfi Bimbing Teman Tuli Mengenal Ilahi dan Hafalkan Kalam Suci(gar)