Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Kaum Disabilitas Terbebas dari Kewajiban Berpikir tentang Allah

hasanah syakim Selasa, 27 September 2022 - 12:00 WIB
Kaum Disabilitas Terbebas dari Kewajiban Berpikir tentang Allah
Kaum Disabilitas Terbebas dari Kewajiban Berpikir tentang Allah. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Akidah menjadi salah satu pembahasan pokok dalam ajaran Islam, berbeda dengan persoalan fiqih yang lentur, dan dapat menampung banyak pendapat dari yang berat sampai yang ringan.

Ustaz Abdurahman Al Habsyi menjelaskan, persoalan akidah ini dituntut untuk seragam, sesuai dengan dalil yang meyakinkan dari Al-Qur'an dan hadis. Sehingga kesalahan memahami akidah berakibat menjadi sesat.

"Kesalahan dalam masalah akidah ini bisa berujung vonis yang akhirnya membuat kita sesat, ketika kita salah memahami akidah. Sebab itulah ulama amat hati-hati bila menyangkut soal akidah," kata Ustaz Rahman dalam Webinar langit7 bertema 'Hak Disabilitas (Tuna Rungu) Mengenal Islam', Selasa (27/9/2022).

Kendati demikian, lantas bagaimana dengan akidah penyandang disabilitas seperti tunarungu dan tunanetra. Sebab keduanya dinilai sulit menerima informasi, sementara jalur utama informasi berupa suara dan penglihatan.

Ustaz Rahman memaparkan, mereka yang menyandang baik tunarungu ataupun tunanetra ini, mengalami kondisi di mana suara dan penglihatan terputus.

Baca Juga: Peretasan dalam Islam Sama dengan Perbuatan Ghasab, Ini Penjelasannya

"Dengan keterbatasan ini sulit sekali untuk memberikan kepada mereka pemahaman yang baik, tentang berbagai hal rumit termasuk akidah. Kemungkinan besar penyandang disabilitas ganda, apabila dia tunarungu, dan tunanetra," ujarnya.

Menurut dia, kendati mereka terkadang berusaha untuk memahami Allah Ta'ala, akan tetapi kemungkinan mereka berusaha untuk menerka-nerka, sehingga perlu mengambil perhatian serius mengenai kondisi ini.

"Kita bersyukur ada ustaz yang mengambil perhatian mengenai hal ini, meski tidaklah banyak. Ada pandangan ulama ahli akidah, manusia dengan keterbatasan akses mendengar, dan melihat itu ditetapkan selamat di akhirat, meski dia salah dalam akidah," ujarnya.

Ustaz Rahman menyampaikan, Syekh Ibrahim Al Bajuri menjelaskan bahwasanya sebagian ulama Syafi'iyah berkata, apabila Allah Ta'ala menciptakan manusia tunanetra atau tunarungu. Maka gugurlah kewajiban berpikir tentang Sang Pencipta.

"Serta segala tuntutan hukum bagi para penyandang disabilitas tersebut. Itu adalah pendapat yang shahih seperti penjelasan yang dikatakan oleh Imam Al Bajuri, dalam kitab Hasyiatul Bajuri Ala Jauharatit Tauhid," jelasnya.

Menurut dia, hal tersebut sebagaimana bersandar kepada firman Allah Ta'ala pada Al-Qur'an Surat Al Isra ayat 15:

وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِيْنَ حَتّٰى نَبْعَثَ رَسُوْلًا

Artinya: "Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang Rasul." (QS Al Isra: 15).

Baca Juga: Benarkah Sertifikat Pendeta Mualaf Dimusnahkan? Ini Kata Ustaz Kainama

"Yang dapat dihubungkan bahwa penyandang disabilitas ini status hukumnya bebas dari berbagai tuduhan hukum seperti halnya seseorang yang tinggal jauh di pedalaman yang sama sekali tidak pernah mendapatkan akses dakwah," tuturnya.

Hanya saja, menurutnya saat ini akses dakwah sudah begitu dahsyat berkembang dengan segala macam bentuknya, begitu canggih dan bisa dicapai oleh siapapun.

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)