Menurut dia, kendati mereka terkadang berusaha untuk memahami Allah Ta'ala, akan tetapi kemungkinan mereka berusaha untuk menerka-nerka, sehingga perlu mengambil perhatian serius mengenai kondisi ini.
Pesantren harus merespon itu dengan membuka ruang bagi santrinya sejak dini dengan peralatan studio, sehingga ketika mereka keluar (lulus) tidak lagi meraba dakwah digitalnya harus seperti apa
Ponpes Assalaam Solo telah go digital sejak tahun 2000. Kini Ponpes Assalaam tak hanya punya website, tapi sistem informasi digital, e-learning bahkan observatorium dengan teknologi digital.
Digital adalah realitas baru bagi masyarakat Indonesia. Setidaknya, kurang lebih dari satu dekade ini masyarakat Indonesia memasuki era digital, di mana jika masyarakat meleng sedikit saja, maka akan ketinggalan.
Kementerian Agama mendorong pesantren untuk Goes Digital. Sebab hal ini dinilai sebagai suatu keninscayaan di era sekarang, apalagi saat masa pandemi Covid-19.
Webinar ini akan mengulas peran santri di era digital. Para santri sudah berhasil membawa kemerdekaan untuk Indonesia, kini mereka ditantang membuat perubahan di era digital.
Langit7.id dalam rangka Hari Santri Nasional, menganggap kemandirian pesantren serta digitalisasi perlu didorong lebih kuat. Maka akan digelar Webinar Mimbar Langit7 pada Rabu, 27 Oktober 2021 ini pukul 09.00-11.00 WIB dengan tema Pesantren Goes Digital Sebuah Keharusan
Menurut data Islamic Global Banking yang dipaparkan Pranata, Indonesia menduduki posisi keempat dari Malaysia, Saudi Arabia, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Pakar Marketing dari Inventure, Yuswohady, mengatakan, pasar muslim justru tidak terpengaruh dengan adanya pandemi covid-19. Justru, kata dia, pandemi menjadikan konsumen Indonesia mengutamakan produk halal dibanding produk lain.
Saat ini hijab dan produk muslim lain membanjiri pasar di Indonesia. Ketertarikan terhadap Islam semakin lama kian diinginkan oleh konsumen Indonesia, sebab konsumen tidak hanya mencari nilai yang bersifat duniawi, tapi mereka mengkonsumsi produk karena aspek ukhrawi.
Belakangan ini, banyak orang yang mulai memperindah masjid dengan meninggikan menara, menambah bangunan fisik, mengganti karpet yang baik, dan lainnya. Namun, semua itu menjadi kurang bernilai jika tujuan utama memakmurkan masjid tidak dilakukan.