Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 April 2026
home masjid detail berita

Webinar Langit7.id: Masjid yang Makmur adalah Masjid yang Jadi Basis Dakwah Menolong Ummat

ahmad zuhdi Selasa, 31 Agustus 2021 - 08:30 WIB
Webinar Langit7.id: Masjid yang Makmur adalah Masjid yang Jadi Basis Dakwah Menolong Ummat
Para narasumber webinar muharram langit7.id: Ustadz Jazir, Walikota Bengkulu Helmi Hasan dan Ustadz Yusuf Mansur (foto: langit7.id)
LANGIT7.ID, Jakarta - Belakangan ini, banyak orang yang mulai memperindah masjid dengan meninggikan menara, menambah bangunan fisik, mengganti karpet yang baik, dan lainnya. Namun, semua itu menjadi kurang bernilai jika tujuan utama memakmurkan masjid tidak dilakukan.

Hal tersebut disampaikan Walikota Bengkulu, Helmi Hasan dalam kegiatan webinar bertajuk 'Muharram Kebangkitan Ekonomi Umat dari Masjid dan Pesantren' yang diselenggarakan Langit7.id. Menurut dia, untuk bisa memakmurkan masjid sesuai dengan sunnah Rasulullah, maka harus ada dakwah Ilallah. Di mana masjid dijadikan sebagai wadah untuk membantu sesama, bahkan menyebarkan ajaran Islam.

“Seperti di Bengkulu, kami jadikan rumah dinas sebagai mal layanan publik, termasuk layanan kesehatan di masa pandemi ini. Kini kami pun berkantor di Masjid Agung At Taqwa Bengkulu sebagai tempat pusat pemerintahan,” ujarnya, Senin (30/8).

Ia melanjutkan, hal itu dilakukan demi mengembalikan fungsi masjid sebagai tempat berdiskusi untuk berusaha menjawab permasalahan ummat. Jika masjid dijadikan sebagai tempat dakwah Ilallah tanpa ada embel-embel kepentingan politik dan lainnya, ia meyakini siapa pun akan senang untuk datang ke masjid.

“Kalau masjid dimakmurkan sebagai tempat dakwah Ilallah, dan berdakwah untuk memuji kebesaran Allah, maka siapapun mau datang dengan tenang dan senang. Sebagaimana ikan senang di dalam air, sebagaimana burung senang di angkasa," tuturnya.

Kata Helmi, masjid seharusnya menjadi tempat pelarian dari berbagai problematika kehidupan selain sebagai tempat ibadah mahdhah.

"Sebagaimana fungsi masjid di zaman Nabi Muhammad SAW, yang membawa keberkahan dan menjadi langkah awal dalam kemerdekaan ummat," ujarnya.

Pada kesempatan sama, CEO Langit7.id, Muhamad Ali menyampaikan, dengan pelaksanaan Webinar pada hari ini, Langit7.id akan terus menyosialisaikan bahwa peran masjid tidak hanya menjadi sarana atau tempat beribadah, melainkan pusat pendidikan, pembinaan, dan peradaban ummat Islam.

Masjid selain menjalankan fungsi sebagai pusat data ummat Islam berbasis jamaah, juga menjadi role model akuntabilitas pengelolaan keuangan, pusat informasi ummat, dan menjadi wadah untuk membangun perekonomian ummat, memakmurkan dan menyejahterakan rakyat.

"Demikian halnya dengan pesantren sebagai pusat dakwah dan syiar Islam untuk mewujudkan konsep Islam Wasathiyah (Islam Moderat), dan menjadi wadah untuk membangun kecerdasan akal serta menjernihkan dan mencerdaskan qalbu (hati) bagi generasi bangsa ini. Di pesantren juga menjadi ladang usaha untuk membina dan memulai pengembangan entrepreneurship berbasis keummatan," ujarnya.

Ali melanjutkan, hasil survei Kementerian Agama RI, pandemi Covid-19 melahirkan religiositas (ketaatan beragama) masyarakat Indonesia sebesar 81 persen. Sebanyak 97 persen responden mengaku agama membantu menghadapi pandemi dan dampaknya. Hasil survei ini menunjukkan pentingnya penyebaran agama sebagai sumber inspirasi, solusi, dan edukasi bagi masyarakat Indonesia.

"LANGIT7.ID menjadi bagian dari jawaban atas kebutuhan ummat Islam tersebut. Sebagaimana juga dua kanal yang dimiliki, Kanal Masjid dan Kanal Pesantren, dua wadah ini sangat strategis sebagai sumur inspirasi umat dalam bingkai syiar Islam," katanya.

Sementara Pimpinan Pondok Pesantren Darul Qur'an, KH Yusuf Mansur (UYM), mengatakan, spirit muharram bisa dimanfaat untuk memanfaatkan masjid sebagai pemberdayaan ekonomi masyarakat. Masjid merupakan sentral kegiatan umat Islam, baik berupa ibadah mahdhah ataupun ibadah ghairu mahdhah.

"Itu terlihat ketika Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Bangunan yang pertama beliau bangun adalah masjid. Dari bangunan itu, semua kegiatan umat Islam dilakukan, termasuk kegiatan ekonomi. Dari situ tercipta kemakmuran dan kesejahteraan, tidak hanya bagi umat Islam, tapi juga untuk bangsa dan negara," tuturnya.

Menurut UYM, dalam Islam, ibadah tidak hanya meliputi kegiatan-kegiatan ruhiyah di dalam masjid saja, namun meliputi semua aspek kehidupan masyarakat. Termasuk kegiatan ekonomi seperti industri, pasar saham, pasar modal, hingga pengelolaan perusahaan.

“Mungkin kesalahan kita juga ketika tidak gegap-gempita masuk ke pasar, masuk ke pabrik, kantor, ke perusahaan, industri online misalnya, pasar saham, pasar modal,dan seluruh kegiatan ekonomi, karena kita praktis berpuluh-puluh tahun mendikotomikan ibadah hanya seperti itu (ibadah hanya di masjid, tidak meliputi kegiatan ekonomi),” ujar UYM.

Sementara, Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, Ustadz Muhammad Jazir menyampaikan selama masa sulit ini, Masjid Jogokariyan banyak menginisiasi berbagai program ketahanan masyarakat. Program tersebut terbagi ke dalam bantuan pangan, kesehatan, dan perekonomian. Dalam bantuan pangan misalnya, Masjid Jogokariyan menyalurkan hampir seribu paket sembako kepada warga terdampak.

“Di awal pandemi kita sudah buat maklumat bahwa Masjid Jogokariyan tidak akan ditutup, maka kita memberikan bantuan kepada masyarakat,” ujar Jazir.

Saat fasilitas kesehatan milik pemerintah semakin sibuk dan tertatih-tatih menangani pasien Covid-19, Masjid Jogokariyan turun tangan dengan menyediakan rumah isolasi bagi warga yang rumahnya tidak layak sebagai tempat isoman.

Jazir mengatakan, masyarakat yang isoman di rumah isolasi masjid maupun di rumah masing-masing mendapat bantuan uang tunai dari Masjid Jogokariyan Rp500 ribu per jiwa. Masjid juga mencukupi kebutuhan makan pasien sehari tiga kali dengan menu bergizi, termasuk vitamin dan obat-obatannya.

Masjid Jogokariyan menyediakan bantuan oksigen untuk pasien yang isoman maupun gawat darurat rumah sakit di Yogyakarta yang mengalami krisis ketersediaan oksigen dan tabung gas menjadi langka. “Jadi di masa pandemi justru peran masjid sangat diperlukan, maka tidak mungkin masjid ditutup,” kata Jazir.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)