Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Dari E-Learning hingga Observatorium, PPMI Assalaam Sudah Go Digital Sejak Tahun 2000

Muhajirin Rabu, 27 Oktober 2021 - 11:50 WIB
Dari E-Learning hingga Observatorium, PPMI Assalaam Sudah Go Digital Sejak Tahun 2000
Ilustrasi laboratorium komputer di PPMI Assalaam (Dok PPMI Assalaam)
LANGIT7.ID, Jakarta - Digitalisasi pesantren menjadi sebuah keharusan pada era 4.0 saat ini. Kepala Observatorium CASA Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam, Ustadz AR Sugeng Riyadi, menilai digitalisasi menjadi wajib ain bagi pondok pesantren.

“Keharusan itu artinya wajib ain, bukan kifayah lagi,” kata AR Sugeng dalam Mimbar LANGIT7.ID bertema ‘Pesantren Goes Digital, Sebuah Keharusan’ secara daring, Rabu (27/10/2021).

Dari E-Learning hingga Observatorium, PPMI Assalaam Sudah Go Digital Sejak Tahun 2000

Digitalisasi menjadi sangat penting karena pesantren memiliki peran krusial dalam mewujudkan cita-cita mencerdaskan anak bangsa. Saat ini, pesantren berkembang menjadi institusi pendidikan dengan pengaruh yang sangat besar. Direktorat Pendidikan Pondok Pesantren, Kementerian Agama mencatat, pada 2021 terdapat 31.385 pesantren di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Webinar LANGIT7.ID: Kesadaran Digital Harus Ditangkap Santri dan Pesantren

Statistik itu menggambarkan pengaruh pesantren di dunia pendidikan Indonesia. Maka menurut Sugeng, pesantren juga harus melek perkembangan teknologi agar para santri bisa beradaptasi saat berbaur di tengah masyarakat.

Menariknya, PPMI Assalaam sudah menyadari hal tersebut sejak tahun 2000. Pesantren yang didirikan pada 7 Agustus 1982 itu sudah memulai digitalisasi dengan membuat laman website. Hingga saat ini pesantren tersebut sudah menjadi pesantren pelopor ilmu falak di Indonesia.

“Kami sudah ikut memasuki era digitalisasi ini karena memang secara tersirat Al-Qur’an juga mengisyaratkan digitalisasi. Tahun 2000 kita sudah berusaha ikut gabung dalam dunia internet, kita membuat website saat itu, meskipun sangat sederhana. Pada 2013, akhirnya kita berpikir bagaimana membangun sistem informasi yang bermanfaat untuk melangsungkan manajemen dan pengelolaan pesantren,” kata Sugeng.

Kondisi itu membuat pengurus PPMI Assalaam tidak kaget saat pandemi Covid-19 mewabah di Tanah Air, yang mengharuskan pembelajaran secara daring. Para pengurus sudah mengembangkan sistem informasi manajemen melalui dunia maya yang terpadu, seperti penerimaan siswa baru sudah lewat daring.

“Termasuk pembelajaran e-learning setiap santri dan ustadz memiliki akun masing-masing, dan kita sudah laksanakan, khususnya saat pandemi,” kata Sugeng.

Dalam proses e-learning, semua guru dan santri sudah memiliki akun masing-masing. Itu sudah berlangsung sejak lama. Maka ketika pembelajaran daring diterapkan di Indonesia, PPMI sudah siap dengan perubahan mendadak tersebut.

Di sisi lain, PPMI Assalam memiliki laman siakad.assalaam.or.id untuk mengakses progres akademik dan prestasi santri secara digital. Semua wali kelas bisa mengakses untuk memberikan hasil pembelajaran dan prestasi santri. Sementara wali santri bisa mengakses laman tersebut melalui akun masing-masing.

“Sehingga wali santri itu mengetahui progres santri cukup melalui dunia,” ucap dia.

PPMI Assalaam juga memiliki perpustakaan maya, yakni library.assalaam.or.id. Katalog yang ada di perpustakaan bisa diakses lewat manapun, kita memiliki user dan password, sehingga santri dan ustadz bisa mengakses perpustakaan secara digital.

Digitalisasi juga sudah dilakukan untuk perpustakaan. Guru dan santri bisa mengakses perpustakaan di ruang maya. Tak perlu datang secara fisik, namun bisa membaca buku dengan klik saja. Tak hanya itu, pesantren memiliki Observatorium Assalam yang diresmikan mantan Menteri Agama Lukman Hakim.

“Observatorium Assalam menerapkan teknologi digital dalam melakukan rukyat hilal dan observasi objek langit lainnya,” ucap Sugeng.

Baca Juga: Menilik Observatorium Ponpes Assalam, Dari Pesantren Mengamati Antariksa

Observatorium ini menerapkan teknologi paling mutakhir saat ini. Teleskop bisa mengarahkan ke objek langit seperti hilal. Detik demi detik gerakan hilal bisa diikuti oleh teleskop. Teleskop dipasangi CCTV. Lalu CCTV masuk ke laptop. Laptop tersambung ke internet.

“Jadi di manapun kita bisa melakukan observasi rukyat hilal. Kenapa, lewat teknologi digital ini sudah bisa disaksikan di manapun,” kata Sugeng.

PPMI Assalaam juga memanfaatkan teknologi digital untuk berdakwah. Seperti memanfaatkan platform media sosial dan aplikasi zoom dengan kapasitas 1000 orang. “Kita juga punya OBS Studio, internet dilengkapi dengan kamera. Akhirnya seluruh kegiatan sampai wisuda bisa berlangsung daring,” pungkasnya.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)