LANGIT7.ID, Sukoharjo - Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalam, Pabelan, Sukoharjo, Jawa Tengah merupakan satu-satunya pesantren di Indonesia yang memiliki Observatorium. Tiap kali ada peristiwa langit seperti gerhana matahari dan gerhana bulan, para santri akan meneropong ke langit menggunakan sebuah teleskop besar.
Selain mengamati hilal atau rukyatul hilal, mengamati masuknya tanggal satu dalam kalender hijriah, hingga penentuan arah kiblat para santri juga kerap melakukan kegiatan ekstrakurikuler dengan mengamati benda-benda langit lain. Para santri bahkan memiliki perkumpulan bernama Club Astronomi Santri Assalam (CASA).
CASA mulai dibentuk pada 2003 yang diikuti santri SMA sederajat. Dari keunggulan di bidan astronomi, PPMI Assalam memperoleh kehormatan dari Kementerian Agama menjadi tempat berlangsungnya pertemuan 30 pimpinan lembaga keagamaan pesantren se-Indonesia, perguruan tinggi, praktisi asosiasi astronomi pada Juli 2015.
Observatorium Assalam menjadi salah satu tugas praktik para santri, terutama mereka yang tergabung dalam CASA. Kelompok astronomi ini rupanya sudah dikenal di kalangan komunitas pecinta ilmu falak dari luar pesantren.
Mengutip dari laman resmi PPMI Assalam, banyak kampus dari berbagai daerah berkunjung untuk melakukan kegiatan astronomi, termasuk kegiatan praktikum. Diantaranya Fakultas Ilmu Falak IAIN Semarang dan perguruan tinggi dari Padang, Sumatera Barat. CASA juga menjalin kerja sama dengan Observatorium Bosscha di Lembang, Bandung, Jawa Barat.
Observatorium ini dibangun atas keinginan menumbuhkan kecintaan santri terhadap ilmu astronomi dan ilmu falak. Indonesia masih miskin ilmuwan terutama di bidang astronomi. Dia ingin astronomi dapat menjadi sebuah hobi sehingga banyak santri yang ingin belajar lebih jauh. Dengan mencintai astronomi, menurutnya, generasi muda akan lebih mudah unjuk gigi ke ajang kompetisi astronomi di tingkat internasional.
![Menilik Observatorium Ponpes Assalam, Dari Pesantren Mengamati Antariksa]()
Direktur Lembaga Pengkajian dan Penerapan Ilmu Falak RHI dan Anggota Tim Falakiyah Kemenag RI, Mutoha Arkanuddin, mengatakan, Assalaam merupakan pesantren yang pertama kali secara resmi memiliki Klub Astronomi di kalangan santri yang diakui para pegiat astronomi Indonesia dengan nama CASA.
“Assalaam merupakan pesantren yang pertama kali membangun observatorium di pesantren dengan fasilitas canggih,” kata dia, dikutip dari laman resmi Assalam, Jumat (23/7/2021).
Luncurkan Mobil Astronomi CasamoTak berhenti berinovasi, baru-baru ini Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam meluncurkan Mobil Astronomi dengan nama CASAMO (Club Astronomi Santri Assalaam Mobile Observatory). CASAMO merupakan salah satu visi Astronomi Assalaam yang diresmikan tepat pada Gerhana Bulan, 26 Mei 2021.
Mobil Casamo dilengkapi peralatan canggih untuk mengamati benda-benda antariksa. Juga fenomena alam di luar atmosfer Bumi. Misalnya, awan antarbintang yang kerap disebut nebula termasuk galaksi Bimasakti. Tidak hanya menikmati keindahan benda-benda langit di luar Bumi, Casamo bisa mengedukasi masyarakat terutama para pelajar di bidang astronomi.
Menyaksikan Gerhana Bulan Total 2021Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam melalui Observatorium Astronomi mencatat bahwa pada tahun 2021 ini akan ada dua Gerhana Bulan, Total dan Parsial. Gerhana Bulan Total akan terjadi pada Rabu, 26 Mei 2021 dan Gerhana Bulan Parsial atau Sebagian akan terjadi pada Jum'at, 19 November 2021. Fenomena alam Gerhana Bulan Total (GBT) hadir dan dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia, pada Rabu tanggal 26 Mei 2021 M selepas Maghrib atau 15 Syawal 1442 H.
Tak Hanya ObservatoriumKeberadaan CASA dan Casamo hanya satu di antara banyak keunggulan Assalam. Pesantren tersebut berdiri di atas tanah seluas 10 hektare, memiliki sekitar 2.100 santri putra dan putri. Jenjang pendidikan di PPMI Assalam adalah madrasah tsanawiyah (MTs) atau setingkat SMP, madrasah aliyah (MA), SMA, serta SMK Teknik Komputer Jaringan. Untuk jenjang MA, SMA secara akademis jurusannya adalah IPA dan IPS.
Pesantren yang berdiri pada 1982 memadukan memadukan kurikulum berbasis kurikulum pemerintah sebagaimana sekolah pada umumnya dengan kurikulum berbasis pesantren. Perpaduan dua kurikulum di sini melahirkan kurikulum 24 jam sehingga itu yang menjadi keunggulan.
Untuk kurikulum pesantren, terdapat kuliah tahfidz Alquran sebagai tempat bagi santri yang ingin menghafalkan Alquran. Mereka mendapat bimbingan secara khusus. Assalam bukan pesantren penghafal Alquran, tetapi tetap bisa melahirkan santri yang bisa menghafal Alquran tanpa meninggalkan kurikulum pemerintah.
Selain jenjang MTs dan MA, pesantren itu memberlakukan kelas Takhasus, sebuah kelas persiapan bagi calon santri yang akan masuk jenjang SMA di Assalam, namun berasal dari SMP umum di luar Assalam. Kelas khusus ini adalah kelas persiapan bagi anak-anak yang belum pernah di pesantren mau nyantri. Kurikulum yang diberikan untuk kelas Takhasus adalah kurikulum pesantren dan kurikulum bahasa.
(jqf)